Unit alternative rock asal Nusa Penida, Bali, Tropical Last Blood, resmi memperkenalkan identitas musikal mereka ke kancah musik Tanah Air lewat single perdana berjudul “Bias Kehidupan”.

Di tengah gempuran tren musik serba instan, Tropical Last Blood memilih arah yang autentik. Lagu ini lahir dari proses kreatif yang panjang, mengangkat refleksi pergulatan batin, respon atas kerusakan alam akibat ulah manusia, hingga keberanian untuk tetap bangkit di tengah situasi yang tak berpihak.

Aransemen “Bias Kehidupan” memadukan karakter rock modern dengan raungan gitar yang agresif, dinamika ritme yang solid, serta balutan vokal penuh emosi. Hasilnya, lagu ini menghadirkan energi yang intens sekaligus tetap nyaman dinikmati oleh kalangan luas.
“Kami ingin karya pertama ini menjadi perkenalan yang jujur tentang siapa Tropical Last Blood sebenarnya. ‘Bias Kehidupan’ lahir dari cerita yang mungkin pernah dialami banyak orang. Kami berharap lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa pun yang sedang berjuang menghadapi hidup dan kegilaan alam karena ulah manusia,” ungkap Putu Pande Marna, gitaris ritme Tropical Last Blood.
Lagu ini mempertegas komitmen Tropical Last Blood bahwa musik bukan sekadar hiburan visual atau pelengkap konten digital, melainkan medium penyampai cerita dan pengikat emosi antar pendengar. “Bias Kehidupan” menjadi awal dari deretan karya orisinal yang telah mereka siapkan ke depan.
Dengarkan “Bias Kehidupan” sekarang di platform pemutar musik favorit kamu seperti Spotify. Mari bergerak dan bersuara bersama Tropical Last Blood.
- Instagram: @tropical.lastblood
- Youtube: @TropicalLastBlood
- TikTok: @tropicallastblood
- Spotify: @TropicalLastBlood


