NADIA DARI PERSEMBAHKAN MINI ALBUM ‘NADA UNTUK NEGERI’, WUJUD CINTA DAN KEPUTUSAN MENJADI WARGA NEGARA INDONESIA

Penyanyi dan penulis lagu muda Nadia Dari kembali menghadirkan karya spesial di bulan Agustus 2026. Bukan sekadar rilisan biasa, ia merilis mini album bertajuk ‘Nada Untuk Negeri’ sebagai persembahan personal setelah mengambil keputusan besar dalam hidupnya: mantap memilih menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Lahir dari orang tua beda negara dan menyandang status dwikewarganegaraan selama dua dekade, Nadia yang sempat tumbuh di beberapa negara akhirnya menentukan arah hidupnya. Keputusan menjadi WNI ia tuangkan secara emosional lewat aransemen ulang tiga lagu nasional legendaris, yaitu “Tanah Airku” (Ibu Soed), “Indonesia Pusaka” (Ismail Marzuki), dan “Untukmu Indonesiaku” (Guruh Sukarno Putra).

Dalam penggarapannya, Nadia bekerja sama dengan Andreas Arianto sebagai produser dan pengaransemen musik, serta Irvnat sebagai pengarah vokal. Kemegahan musiknya makin terasa berkat balutan instrumen orkestra yang dimainkan oleh D’Jakarta Session Players di bawah supervisi Chikita Amanda.

Secara musikal, mini album ‘Nada Untuk Negeri’ mengawinkan nuansa megah orkestra dengan karakter vokal Nadia yang intim, lembut, dan jujur. Kolaborasi ini menghasilkan interpretasi baru yang segar tanpa menghilangkan rasa hormat serta nilai historis pada lagu-lagu aslinya.

Bagi Nadia, karya ini bukan hanya penanda milestone pribadi, melainkan juga ajakan bagi generasi muda untuk merayakan identitas, rasa cinta, dan kebanggaan terhadap Indonesia lewat medium musik.

Mini album ‘Nada Untuk Negeri’ sudah bisa kamu dengarkan di seluruh Digital Streaming Platform (DSP). Dengarkan dan resapi pesan kebanggaan di setiap nadanya sekarang!

Media Sosial & Akses Resmi Nadia Dari:

BLINGOUTKID UBAH RASA SAKIT HATI JADI ANTHEM DANCEFLOOR LEWAT SINGLE “LONELY”

DANIL JOSSE HADIRKAN KEMBALI “YANG TERINDAH” // DENGAN ARANSEMEN HANGAT DAN VOKAL BERKARAKTER

GLENN FREDLY & ANDI RIANTO KEMBALI BERTEMU DAN BERKOLABORASI BERSAMA DALAM SINGLE “DIBALAS DENGAN DUSTA”

MENELUSURI RUANG SUNYI LEWAT ALBUM TERBARU NEVACH “PELIPUR | LARA | NESTAPA”