PROTOCOL AFRO RILIS “MALING”: CHAOTIC ROCK PENUH SATIRE TENTANG KITA YANG SERING MAIN HAKIM SENDIRI

Setelah menunggu hampir 18 tahun lamanya, Protocol Afro akhirnya resmi merilis single pertama yang pernah mereka ciptakan, berjudul “Maling“. Lagu bernuansa chaotic rock ini dibalut dengan humor sarkastik yang kental, menceritakan kisah seorang pencuri yang terjebak di tengah kepanikan dan reaksi berlebihan publik.

Lagu ini bukan cuma soal teriak “Tolong Pak Polisi, ada maling di sini,” tapi juga secara cerdas menangkap potret kompleks hubungan masyarakat dengan otoritas dan keadilan. Di tengah frustrasi dan krisis kepercayaan terhadap sistem hukum saat ini, tindakan main hakim sendiri (vigilantisme) seringkali hanya menciptakan kekacauan baru. Dirilis bertepatan dengan minggu Hari Bhayangkara pada 1 Juli lalu, “Maling” hadir sebagai refleksi kritis tentang bagaimana masyarakat mencari keteraturan di tengah luapan emosi, bukan untuk glorifikasi institusi.

Versi 2026 ini datang dengan aransemen dan energi yang jauh lebih raw serta teknis. Protocol Afro nggak main-main soal kolaborasi lintas disiplin. Mereka menggaet Raveliza (The SIGIT) di departemen drum dan produser Kevaz Lucky di California. Untuk urusan mixing dan mastering, lagu ini mendapat sentuhan dari Reney Karamoy (Scaller). Visual artwork juga digarap tajam oleh ilustrator asal Swedia, Titis RK.

Di balik liriknya yang jenaka, lagu ini juga jadi pengingat kalau kita sebagai manusia sering hidup terlalu tergesa-gesa mengejar ekspektasi dan ambisi, persis seperti maling yang kabur dikejar polisi. “Maling” adalah pemanasan yang sempurna sebelum Protocol Afro kembali tancap gas merilis materi eksplosif lainnya.

MUNTAHKAN DUKA DAN AMARAH, UNIT POP-PUNK TANGERANG 6FT DROWNING LEPAS MAXI-SINGLE DEBUT

MINODRAMA RILIS SINGLE “WAKTU ITU” DAN SIAP GELAR TUR DI 5 KOTA

RIRI MOEYA // SINGLE “BILA KUINGAT”

NOT SO KOPLO // SINGLE “SUDAH ADA YANG PUNYA”