Ada kalanya sebuah karya tak cukup dibedah lewat angka atau fakta. “Pertiwi”, lagu terbaru dari Yura Yunita, memilih hadir lewat emosi murni yang merangkul keraguan dan ketakutan diri. Ditulis oleh Donne Maula dengan notasi langsung dari Yura, lagu ini lebur menjadi milik siapa saja yang pernah kehilangan keberanian untuk angkat suara.

Aransemen “Pertiwi” diproduseri oleh Iwan Popo. Musiknya megah namun tetap tenang, memberi ruang bagi perasaan untuk tumbuh perlahan hingga memenuhi dada. Karakter vokal Yura terdengar seperti seseorang yang berusaha tetap tegak, mengumpulkan sisa keberanian untuk berseru lebih keras.

Lagu ini tak mematok satu makna pasti. Pendengar bebas membawa emosinya masing-masing—apakah teringat pada kondisi sekitar, sosok ibu, perjuangan perempuan yang memilih diam, atau ketidakadilan yang belum sanggup dilawan. “Pertiwi” merayakan keberanian dari tangan yang masih gemetar dan suara yang bergetar. Sebab, kebenaran tak selalu lahir dari teriakan paling lantang, melainkan dari ketakutan yang memutuskan untuk tidak mundur lagi.
Visual “Pertiwi” disutradarai oleh Kathleen Malay dengan koreografi dari Siko Setyanto. Kolaborasi ini menghadirkan eksekusi visual apik yang mengakar kuat pada emosi pendengarnya.


