Band asal Bandung, Themilo, kembali hadir meramaikan kancah musik lokal lewat karya terbaru bertajuk “Pulang”. Mengusung pendekatan musik yang atmosferik, unit musik yang diperkuat oleh Ajie Gergaji (gitar, vokal), Upik (gitar), Sandi Marr (keyboard), dan Chil ‘Budi’ Pollins (drums) ini menawarkan ruang perenungan bagi para pendengarnya.

Lagu “Pulang” mengisahkan perjalanan seseorang yang sedang berhadapan dengan situasi rumit dalam hidupnya. Alih-alih menyampaikan narasi secara langsung, Themilo memilih penulisan lirik yang repetitif dan penuh metafora, seperti pada bait “Kedipan pertanda, denyut tercipta, hancurkan asa”. Pendekatan ini menggambarkan riuh pikiran seseorang saat mencari jalan keluar.
Meski dibalut nuansa melankolis, lagu ini menyimpan titik terang pada baris “Namun ada kemungkinan, namun ada kelegaan”. Melalui porsi tersebut, Themilo tidak sedang menjual janji instan, melainkan menyajikan dorongan realistis untuk terus bergerak. Hal ini makin ditegaskan pada bagian refrain:
“Sabarlah sabar wahai kawanku / Jangan terulang masa yang layu / Kau pasti bisa meneruskan langkah yang benar dan pasti.”
Bagi para personel, kata “pulang” tidak melulu merujuk pada sebuah bangunan atau tempat geografis. Lebih jauh, pulang adalah tentang menemukan kembali keberanian untuk melanjutkan hidup, mengenali diri sendiri, atau sekadar memiliki alasan untuk bangun esok hari.
Diproduseri oleh Taufik Hidayat bersama Executive Producer Sadsonic Records, proses perekaman “Pulang” digarap di Binaural Audio Post, Bandung. Single ini didedikasikan bagi siapa saja yang sedang berjuang dalam diam dan berusaha menemukan jalan kembalinya.
Dengarkan “Pulang” di seluruh platform musik digital.


