Band alternative/math rock/emo asal Jakarta, eleventwelfth, kembali membawa gebrakan baru di kancah musik indie. Tepat pada 26 Juni 2026, mereka resmi merilis album penuh kedua mereka yang diberi judul “11” melalui label Angular//Momentum Records. Rilisan ini menjadi bagian pertama dari proyek ambisius album naratif dua bagian, di mana bagian penutupnya, “12”, direncanakan menyusul pada akhir tahun ini. Jika “11” diibaratkan sebagai representasi langit biru, maka “12” akan menjadi lautan biru.
Lewat 11 trek di dalamnya, album “11” merangkum konsep dialog mendalam antara seorang protagonis dengan alam bawah sadarnya mengenai pengejaran mimpi, pengorbanan, serta fase melepaskan. Menariknya, cerita tersebut disampaikan secara sinematik menggunakan metafora sebuah perjalanan penerbangan—mulai dari momen lepas landas, turbulensi, hingga konfrontasi batin. Duo pop folk Biru Baru juga turut hadir melengkapi narasi ini sebagai sosok bulan yang mengawasi perjalanan sang protagonis di trek kelima dan keenam.

Secara musikal, eleventwelfth mengambil langkah berani dengan sedikit bergeser dari karakter midwest emo yang selama ini membesarkan nama mereka. Diproduseri oleh FA Poetra Tiarda, album ini menyajikan eksplorasi suara yang lebih berat, gelap, dan sintetis dengan mengawinkan unsur post-hardcore, math rock, IDM, hingga glitch. Pendengar akan disuguhkan dinamika kontras antara vokal melodi dari Rona dan teriakan emosional dari Tir, sang pemain bas yang merepresentasikan suara alam bawah sadar.
Sebelum album penuh ini mendarat, eleventwelfth sudah lebih dulu melepas beberapa single pengantar seperti “ascending faster than before”, “to fathom the throes”, dan “last here all alone”.
- Instagram: @eleventwelfth
- Youtube: eleventwelfth
- Tiktok: eleventwelfthmusic
- Twitter: eleventwelfth
- Facebook: eleventwelfth


