Proyek solo asal Surabaya, Benjamina, kembali meramaikan kancah musik independen Tanah Air lewat karya terbarunya. Mengusung tajuk “Duhai Hati tak Bertuan”, lagu yang resmi dirilis pada 21 September 2026 ini menyajikan eksplorasi emosi yang jujur dan reflektif.

Di balik Benjamina, ada sosok Deary Darmawan, musisi muda kelahiran Surabaya, 13 September 2002. Nama Benjamina sendiri diambil dari nama ilmiah pohon beringin, Ficus benjamina, yang merupakan pohon favorit Deary. Setelah membuka debutnya di tahun 2026 lewat single “Pita Ukur”, ia kini melanjutkannya dengan rilisan yang tak kalah mendalam.

Hadir dengan warna musik Indie-Pop, Ballad, dan Alternative, “Duhai Hati tak Bertuan” bukan sekadar lagu cinta biasa. Lagu ini lahir dari sebuah pertanyaan mendasar yang kontemplatif: apakah segala hiruk-pikuk yang kita rasakan sejauh ini memang disebabkan oleh rasa cinta?
Meski Deary mengaku belum menemukan definisi pasti tentang cinta yang benar-benar memuaskan hatinya, ia memilih untuk mengabadikan proses pencariannya lewat lagu ini. Bagi Benjamina, lagu ini adalah jejak emosional yang akan terus bernyawa, bahkan saat ruang dan waktunya kelak telah usai.
Satu frasa menarik yang menjadi sorotan dalam rilisan ini adalah kalimat puitisnya: “Maka beruntunglah mereka, yang tak pernah saling mencintai.”
Proses produksi lagu ini digarap secara mandiri. Deary Darmawan bertindak sebagai produser, penulis lirik, sekaligus vokalis dan gitaris. Komposisi lagu dikerjakan bersama Rambo Permana, yang juga memegang kendali pada mixing, mastering, dan keyboard. Isian instrumen lainnya didukung oleh Roy Deva (gitar), Imron Rusadi (bass), serta Risky Nur Wahyudi (drum), dengan visual artwork oleh Qurrota A’yun.
Lagu “Duhai Hati tak Bertuan” kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital favorit kalian.


