Band nu-gaze asal Singapura, Awful Things, resmi merilis single debut berjudul “Indigo”. Lagu ini menjadi langkah awal dari EP perdana mereka yang memiliki judul sama. Perilisan ini bukan sekadar meluncurkan musik biasa, melainkan pembuka dari rangkaian cerita tiga bagian yang menggabungkan musik dan seni visual secara kontinyu.

Lewat “Indigo”, Awful Things tidak sekadar membawakan musik, melainkan mengajak pendengar menyelami isu kesehatan mental dari sudut pandang yang sangat manusiawi. Lagu ini mengeksplorasi fase duka, kecemasan, trauma, pemulihan, hingga secercah harapan di tengah kegelapan. Tanpa berusaha memberikan jawaban instan, mereka mengundang pendengar untuk menerima emosi yang jujur.
Secara musik, Awful Things memadukan tekstur shoegaze yang mengawang, dentuman alternative rock yang pekat, serta penulisan lagu bernuansa sinematik. Mengambil inspirasi dari band legendaris dan modern seperti Slowdive, Thornhill, Thrice, serta From Indian Lakes, karya mereka bergerak dinamis antara keindahan yang rapuh dan pelepasan emosi yang intens.
Proses produksi single ini digarap bersama produser asal Australia, Callan Orr (Dream On, Dreamer), serta dirilis di bawah naungan label independen asal Indonesia, Polarity Records. Visual pendukung lagu ini dikemas melalui video musik yang disutradarai oleh kreator Singapura, Lepsy Bahru.
Kerja sama lintas negara ini menjadi bentuk komitmen Awful Things dalam membangun jejaring musik alternatif independen di Asia Tenggara. Setelah “Indigo”, perjalanan naratif ini akan dilanjutkan oleh dua single berikutnya, yaitu “First Light” dan “Lost Peaks”, sebelum akhirnya melengkapi keseluruhan 5 trek dalam EP debut mereka.
Single “Indigo” sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital. Simak karya visual terbaru mereka dan ikuti kabar perkembangannya melalui kanal resmi band.


