UMAR HAEN RILIS ALBUM KEDUA “BUSA SABUN MASUK KE MATA”: KESAKSIAN PERIH HIDUP SEBAGAI WNI

Musisi asal Yogyakarta, Umar Haen, resmi merilis album penuh keduanya yang bertajuk ‘Busa Sabun Masuk ke Mata’ pada 6 Agustus 2026. Album ini merangkum sepuluh lagu yang ditulis Umar selama kurun waktu lima tahun terakhir, tepatnya antara 2021 hingga 2026.

Judul album ini terinspirasi dari baris lirik di lagu pembuka, “Sabun”. Umar menggambarkan perasaan menjalani kehidupan sehari-hari di negara ini. Terutama soal berita dan situasi sosial, seperti busa sabun yang tidak sengaja masuk ke mata; perih, mengganggu, dan tidak bisa langsung hilang. Bukan bencana besar, tapi cukup membuat hari terasa lebih sulit dari biasanya.

Album ini bukanlah sebuah “album protes” dalam arti konvensional. Umar lebih memilih menyebutnya sebagai rekaman peristiwa. Ia menulis apa yang dilihatnya di depan mata, mulai dari sulitnya membayangkan punya rumah sendiri dalam lagu “Kardus”, satire tentang dinasti politik di “Ketua Partai”, hingga gundah gulana hidup in this economy.

Secara musikal, ‘Busa Sabun Masuk ke Mata’ adalah pertemuan antara folk, blues, dan rock. Proses kreatif album ini juga semakin matang setelah Umar mengikuti residensi musik di Filipina pada 2025. Di sana, ia belajar prinsip sederhana: mulailah dari apa yang paling dekat, karena di situlah persoalan sebenarnya tinggal. Album ini digarap bersama Dhandy Satria di Catpaws Lab dengan sentuhan cello dari Setyawan Agung yang menambah kedalaman emosional di beberapa lagu.

Untuk merayakan perilisan ini, Umar Haen akan menjalankan rangkaian intimate show di Yogyakarta, Magelang, dan Temanggung sepanjang Agustus hingga September 2026. Di setiap panggungnya, Umar akan mengajak penonton membedah cerita di balik lagu-lagunya.

LOSTINEDEN // SINGLE “ROMANTIC SUNDAY “

MEZZA CAN WAIT RILIS ‘2 LEVITATE’: SENI MERAYAKAN KEHILANGAN LEWAT DENTUM ELEKTRONIK

REPTURE USUNG EPOS PERANG SEMENANJUNG IBERIA LEWAT SINGLE ANYAR RECONQUISTA

GIANTKILLING // MUSIC VIDEO “AKU BELUM USAI”