The Chairs by Taiwan Beats (3)

Trio indie-rock/indie-pop yang berbasis di Taiwan, The Chairs merilis album keempat mereka “Shangri-La is Calling” pada Juli 2022. Berisi 10 lagu dengan empat di antaranya dinyanyikan dalam bahasa Inggris, album ini menunjukkan sisi The Chairs yang matang dan lebih dewasa dengan banyak pengaruh dari musik pop Inggris dekade 60.

Bagi kamu yang mengenal The Chairs lewat album ketiganya, “Shangri-La is Calling” mungkin tidak manis dan ringan seperti “Real Love Is…” yang dirilis dua tahun lalu. Album terbaru ini punya kesan lebih gelap, variatif, tetapi juga spontan. Dalam “Shangri-La”, Yong Jing (Lead Vocals, Guitarist), Zhong Ying (Lead Vocals, Guitarist), dan Ban Sen/Bo Yuan (Bassist) tampak bebas memasukkan banyak elemen musik yang mereka sukai. Entah itu rock alternatif 90-an dari Inggris dan AS atau menarik lebih jauh ke akar seperti pop bunga tahun 60-an.

Referensi pop 60an terdengar Lebih mendominasi. Seperti pada lagu “Aphrodite”. Lagu yang merupakan track keenam dalam album tersebut sangat kental dengan sentuhan pop 60-an. Terutama ketika Yong Jing mengambil nada vokal untuk setiap bait dan chorus.

“Aphrodite”, yang diperkenalkan sebagai single pada awal Juni 2022, memiliki cita rasa The Beatles. Lagu ini juga dibuat lebih indah dengan harmoni vokal 20 detik yang mengingatkan pada grup sunshine pop New York tahun 60-an, The Free Design. Meski begitu, The Chairs tidak ingin terjebak dalam citra retro. Dalam lagu berdurasi 3 menit 53 detik ini, The Chairs menutup hampir paruh terakhir lagu dengan progresi pop yang lebih kontemporer.

Cita rasa Flower Pop 60-an juga terasa di lagu “Orion’s Belt” (戶座的腰帶). Meski dinyanyikan dalam bahasa Mandarin, aransemennya tak lepas dari pengaruh kuat The Beatles atau The Byrds. Apalagi di lagu ini The Chairs terdengar sedang bereksplorasi dengan gitar 12 senar dan vocoder. Memperkuat getaran tahun 60an yang mereka tampilkan.

Di menit terakhir, lagu ini juga memiliki getaran psikedelik yang dibangun di atas pola bass yang funky, organ yang spacey, dan vokal latar falsetto yang dinyanyikan berulang-ulang.

Referensi yang berbeda diambil untuk lagu pembuka “Lonestar”. Lagu ini lebih dekat dengan pengaruh pop/rock tahun 90-an atau kebangkitan dream pop awal 2000-an.

Dalam “Lonestar”, twist vokal Yong Jing lebih terdengar dipengaruhi Dolores O’Riordan dari The Cranberries. Namun, itu tidak menghilangkan karakteristik vokalnya sendiri. Lagu yang video musiknya telah dirilis di channel YouTube ini dibangun dengan nuansa dreamy yang santai namun juga introspektif.

“Shangri-La is Calling” bisa dianggap sebagai bentuk eksplorasi baru The Chairs. Melangkah lebih jauh dari zona nyaman mereka di tiga album sebelumnya yang cenderung punya cita rasa seragam. Ini juga menunjukkan fleksibilitas trio The Chairs dalam membuka kemungkinan baru dalam musik. Sebuah pencapaian yang pas dari kelompok musik kenamaan Taiwan yang telah bersama selama lebih dari 10 tahun.

The Chairs - Shangri La is Calling (Artwork)

      The Chairs - Aphrodite (Official Audio)
      The Chairs - Orion's Belt (Official Audio)
      The Chairs - Lonestar (Official Audio)

================================================================================

INFO :

Instagram : @chairchairmusic

Related Blogs

    Share