Unit synthwave, darkwave, dan post-punk asal Jakarta, Temarram, resmi meluncurkan album penuh perdananya yang bertajuk Antara Angkara. Setelah menanti selama lima tahun sejak terbentuk pada 2021, trioseps yang beranggotakan Sherina Redjo (vokal), Regga Prakarso (gitar, synthesizer), dan Tanthowi (bass) ini menghadirkan delapan trek yang merangkum serpihan keruntuhan diri, harapan, hingga penyesalan.


Album ini diproduseri langsung oleh Pandu Fuzztoni. Temarram memilih pendekatan musik yang lebih lepas tanpa kehilangan identitas gelap khas mereka. Warna eksplorasi makin terasa hidup lewat kolaborasi bersama nama-nama besar di kancah musik independen. Otong Koil memberikan kegetiran mencekam pada lagu Afeksi dan Mati, sementara Gerry Lainil Fauzi dari Dirty Ass menyuntikkan energi amarah lewat pekikan di lagu Aksioma. Isian gitar berisik khas Pandu Fuzztoni juga melengkapi trek penutup Pengakhiran Permulaan.



Untuk visual, Temarram menggandeng seniman Finlandia, Suvi Karjalainen, yang menggarap artwork album sebagai simbolisasi ruang perenungan manusia di tengah reruntuhan hidup. Perjalanan album Antara Angkara sudah bisa dinikmati secara utuh di berbagai platform musik digital.
Dengarkan Antara Angkara sekarang di platform streaming favoritmu!
- Instagram: @_temarram
- Twitter / X: @_temarram
- Pandu Fuzztoni: @pandufuzztoni
- Otong Koil / Koil: @koilofficial
- Dirty Ass: @dirtyass_band


