Unit post-hardcore/screamo asal Bandung, Swarm, baru aja merilis karya teranyar mereka pada Senin, 1 Juni. Bertajuk “Amayadori”, single ini dilepas di bawah naungan label rekaman asal Bali, Silver Records. Musik mereka kali ini masih menjadi kelanjutan dari eksplorasi emosional yang menyoroti kehilangan, kehancuran, dan pergulatan batin.
Band yang digawangi oleh Bimantara Septianto (gitar), Mochamad Latif Prabowo (vokal), Rafi Faizurahman (gitar), Yudha Rizkia (bass), dan Rifqy Adhitama Nugraha (drum) ini menjelaskan bahwa “Amayadori” lahir dari fase kehidupan setelah seseorang melewati masa-masa paling gelap. Lagunya bercerita tentang upaya menemukan kembali arah setelah hidup runtuh dihantam badai akibat kesalahan masa lalu. Di tengah kehancuran itu, perlahan muncul cahaya remang, serpihan kenangan, dan teka-teki baru yang harus dihadapi.

Menariknya, judul “Amayadori” diambil dari bahasa Jepang yang berarti “berteduh dari hujan“. Bagi Swarm, istilah ini menjadi metafora untuk berhenti sejenak di tengah derasnya kehidupan, mengambil napas, dan menerima bahwa gak semua hal harus dilawan saat itu juga.
Berbeda dengan karya terdahulu yang kental dengan perlawanan terhadap rasa putus asa, kali ini Swarm tampil lebih reflektif. Hasrat menaklukkan keadaan perlahan melunak menjadi proses penerimaan terhadap hidup. Mereka mengingatkan kita bahwa kalau badai datang, yang bisa dilakukan hanyalah berteduh sejenak tanpa perlu bergegas, sambil menikmati setiap detiknya. Keberanian gak selalu soal melawan, tapi juga tentang kesediaan untuk berhenti sejenak dan menerima keadaan.
“Amayadori” sudah bisa lo dengerin di berbagai layanan musik digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Deezer. Langsung aja meluncur ke platform favorit lo buat dengerin lagunya!
- Instagram: @swarmscreamo
- Kontak: +62-819-4470-9640
- Email Label: silverrecs@gmail.com


