Kabar segar datang dari kancah hip-hop independen Kuching, Sarawak. Rapper sekaligus pendiri kolektif hip-hop Tikar Terbang, Skulleight, baru saja merilis EP terbarunya yang bertajuk “Budak Hujung Kota Vol. 1”. Mini album ini merangkum realitas kehidupan, perjuangan harian, dan cerita anak muda yang tumbuh besar jauh dari kemewahan.

Diproduksi secara independen, EP ini berisi lima trek kuat: Memori, B40, Budak Hujung Kota, Turun Naik, dan Astrowave. Meski masing-masing lagu punya warna dan cerita sendiri, semuanya diikat oleh satu benang merah besar: kisah perjuangan seseorang yang hidup sederhana namun tetap konsisten mengejar mimpi.
Sebagai lagu jagoan yang mulai diperkenalkan ke stesen radio, trek berjudul “Memori” hadir membawa getaran nostalgia. Lewat lirik yang lugas dan melodi yang ramah di telinga, lagu ini sangat relatable untuk didengarkan oleh berbagai kalangan.

Menurut Skulleight, proyek ini adalah cerminan dari apa yang ia dan banyak orang lain lalui sehari-hari. “Budak Hujung Kota Vol. 1 adalah gambaran perjalanan hidup saya dan ramai lagi yang membesar dalam keadaan sederhana. EP ini bukan sekadar muzik, tetapi cerita yang dekat dengan realiti kehidupan kita,” ungkapnya.


