Siapa bilang musik rock sudah kehilangan tajinya? Sebuah unit rock baru asal Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur bernama Radar, siap membuktikan bahwa energi perlawanan musik distorsi masih sangat menyala. Sebagai garis awal penanda eksistensi, trio ini resmi merilis single pertama mereka bertajuk “Menjadi” pada 19 Juni 2026 di bawah naungan publisher FMS.
Lahir dari lingkaran kelas pekerja di daerah, Radar digawangi oleh tiga sejoli lulusan SMK yang kini aktif melakoni profesi sebagai buruh, yaitu Ibnu (vokal/gitar), Leonardo (gitar), dan Onky (bass). Menariknya, trek “Menjadi” digarap sebagai sebuah rangkuman keresahan sekaligus pelampiasan atas kerasnya tekanan hidup dewasa ini. Lagu ini membawa pesan kuat untuk terus menyalakan mimpi di tengah kepungan realitas yang melelahkan.

Secara musikalitas, “Menjadi” menyuguhkan ramuan alternative dan progressive rock khas era awal 2000an. Pendengar akan dihantam oleh riff gitar tebal nan berat serta lirik lugas yang langsung menabrak dada. Uniknya, suasana lagu sengaja dibuat dinamis dengan pergeseran nuansa melankolis di pertengahan trek, sebelum akhirnya menghanyutkan emosi pendengar ke ruang kelam yang pekat menuju akhir lagu.
Meski terpisah jarak geografis antara Pasuruan dan Jakarta, tekad Radar tidak surut. Berkat aksi nekat Onky yang memamerkan draf demo lagu kepada Nadhif (additional bassist The Adams), proyek ini berhasil menarik perhatian sang musisi ibu kota. Nadhif yang melihat potensi besar akhirnya turun tangan langsung memproduseri, merekam, hingga melakukan proses mixing dan mastering di Studio Teras Belakang, Tangerang Selatan.

Single “Menjadi” merupakan jembatan pembuka menuju album debut mereka mendatang. Karya terbaru dari Radar sudah bisa lo nikmati di berbagai platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Yuk, masukin lagu ini ke daftar putar harian lo dan dukung terus pergerakan musisi lokal!


