SEAGRASS AND THE WAVES LEPAS “SELF EQUALIZER”, ALBUM TRANSFORMASTF PENUH DUALITAS EMOSI

Kehilangan gak melulu soal orang lain, kadang yang paling bikin pening adalah saat kita kehilangan versi lama dari diri sendiri. Premis emosional inilah yang coba dirangkum oleh unit alternatif Seagrass and the Waves lewat kantong album terbaru mereka yang bertajuk “SELF EQUALIZER”.

Lewat materi anyar ini, mereka mengajak pendengar menyusuri perjalanan melewati lima tahap kesedihan (five stages of grief): denial, anger, bargaining, depression, hingga acceptance. Namun, siklus emosi di album ini tidak bergerak linear, melainkan berputar dan saling bertabrakan sampai membentuk kedewasaan yang baru.

Secara musikalitas, “SELF EQUALIZER” menjadi cetak biru transformasi yang berani, eksperimental, dan jauh lebih kontras dibanding album pendahulu mereka, Pieces of Future Reflection. Menariknya, album ini sengaja dibagi menjadi dua fragmen sonik yang memperlihatkan dua identitas utama mereka: sisi Seagrass dan sisi Waves.

Phase I (Seagrass) diisi oleh tiga trek awal (Being Loner, Oxydated, Under the Tree) yang merepresentasikan karakter tenang, introspektif, dan membumi. Nuansanya terasa organik sekaligus reflektif. Sementara Phase II (Waves) dihuni oleh empat trek terakhir (Guilty Pleasure, Fragments of Myself, Deep Breathe, Roll the Dice). Di fase kedua ini, Seagrass and the Waves tampil lebih dinamis, berani menabrak distorsi, bahkan bereksperimen memasukkan instrumen flute untuk menggambarkan fase penerimaan diri (acceptance) hingga lahir kembali (rebirth).

JALUR PATAH HATI TETAP ENERGIK, TRIO POP-ROCK SURABAYA LUCKY COINS DEBUT LEWAT SINGLE “RINTIH”

TOSSING SEED // SINGLE “STARS IN YOUR EYES/BOOTHLEG CHARM”

TELEPHONE HIDUPKAN KEMBALI “SEPERTI YANG TAK KAU BAYANGKAN” DALAM BALUTAN ORKESTRA SIMFONI

FERAL STRIPES // SINGLE “REGULATOR”