RELOAD THE FAITH: UNIT THRASH METAL BOGOR RAIN OF DOOM SIAP RAMPUNGKAN ALBUM PERDANA

Kota Bogor kembali memanaskan kancah musik keras tanah air. Unit Thrash Metal terbaru, Rain of Doom atau yang akrab disapa ROD, secara resmi mengumumkan kehadiran mereka di bawah naungan manajemen Jam’s Rock Production (JRP). Sejak dibentuk pada Juli 2025, band ini konsisten membawa energi metal yang lugas dan bertenaga.

Saat ini, ROD yang digawangi oleh Seno (Vokal), John Koa’nk (Lead Guitar), Ari Ocew (Rhythm Guitar), Imam (Bass), dan Apiw (Drum) tengah merampungkan proses pengerjaan album perdana mereka yang bertajuk “Reload The Faith”. Album ini bukan sekadar pamer teknik, melainkan sebuah narasi mendalam tentang isu lingkungan, sosial, kemanusiaan, hingga tema kematian.

“Reload The Faith” akan merangkum 10 trek gahar, yang terdiri dari 5 lagu berbahasa Indonesia dan 5 lagu berbahasa Inggris. Beberapa judul yang patut diwaspadai antara lain “Ajal”, “Murka”, “Forest Apocalypse”, dan lagu utama mereka, “Reload The Faith”. Perpaduan lirik dua bahasa ini dipilih untuk memperluas jangkauan pesan yang ingin disampaikan oleh band asal Bogor tersebut.

Tidak hanya berhenti di rilisan fisik dan digital, Rain of Doom juga telah menyusun rencana besar untuk mempromosikan album ini. Mereka dijadwalkan akan menggelar Tur Konser Album Tahap 1 yang akan menyambangi 9 titik kota, mulai dari Bogor, Tegal, Purwokerto, Wonosobo, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Purwakarta, hingga Bandung.

Bagi kalian pecinta musik metal yang rindu akan ketukan drum cepat dan raungan gitar distorsi yang tebal, kehadiran Rain of Doom menjadi angin segar yang patut dinantikan. Pastikan kalian mengikuti perjalanan mereka melalui kanal komunikasi resmi untuk jadwal tur dan tanggal rilis album.

Media Info & Kontak:

THEMILO HADIRKAN KEMBALI “MALAIKAT” DENGAN NUANSA BARU

GRUP KREATOR JEPANG RE:INC. REMAKE LAGU IKONIK CITY POP “PLASTIC LOVE” DENGAN GAYA BARU!

ROCKAFILLER // SHOWCASE “TALES OF ROCKAFILLER”

ANTARA JANJI YANG HILANG DAN HARAPAN YANG PULANG: BELAJAR DARI “SAFER SOCIETIES” ANTRABEZ