Unit shoegaze asal Jakarta, RAW BLUE, resmi mengumumkan eksistensinya di kancah musik independen lewat perilisan EP debut bertajuk “Numb To Everything”. Mini album yang berisi empat trek ini dilepas pada 21 Agustus 2026 di bawah naungan label independen asal Malang, Haum Entertainment.

Meski terhitung sebagai entitas baru, nama-nama di balik RAW BLUE bukanlah sosok asing di skema musik hardcore/punk lokal. Band ini diperkuat oleh Kornelius Kevin (No Excuse), Chaidir Fadli Rahman (Twisted Games), Ghani Noorputrawan (Frack / Walk Fearless), dan Herbert Widodo (The Brandals / Cold Skin). Berawal dari wadah untuk menampung ide-ide yang tidak cocok di band utama masing-masing, mereka sepakat membentuk eksplorasi musik baru yang memadukan shoegaze, alternative rock, hingga slowcore.

Secara naratif, “Numb To Everything” menawarkan sudut pandang yang cukup personal. EP ini tidak membawa kisah asmara antar sepasang kekasih, melainkan berfokus pada dialog batin seseorang dengan dirinya sendiri. Kevin, selaku penulis lirik dan komposer, menumpahkan rasa cemas, krisis percaya diri, hingga proses menghadapi insecurity dan isu kesehatan mental dalam penulisan lagu-lagunya.
Proses produksi EP ini berjalan cukup intensif sejak April 2026 di dua studio berbeda, yakni Plug Studio (perekaman drum & gitar) dan Invasion Studio (perekaman vokal & bass). Tahap mixing dan mastering diselesaikan pada akhir Juni 2026 oleh Praditya Eka Putra di Invasion Studio. Demi mencapai karakter suara dan baseline sound yang presisi, materi lagu sempat mengalami beberapa kali re-work serta re-recording aransemen.
Pasca perilisan, RAW BLUE berencana untuk aktif menjajaki berbagai panggung dan tempat tanpa membatasi diri pada jenis event tertentu. Di saat yang sama, mereka juga terus melanjutkan proses kreatif untuk menggarap materi-materi musik baru selanjutnya.
Mini album “Numb To Everything” kini sudah dapat didengarkan di seluruh platform digital streaming.


