OLEH-OLEH MINIKINO DARI PRANCIS: FILM PENDEK INDONESIA MAKIN GO GLOBAL!

Denpasar kembali menyambut Fransiska Prihadi, Direktur Program Minikino, yang baru saja mendarat dari Clermont-Ferrand International Short Film Festival (CFISFF) 2026 di Prancis. Kepulangannya pada 7 Februari kemarin bukan sekadar balik dari perjalanan jauh, tapi membawa kabar segar bagi industri sinema tanah air.

Tahun ini spesial banget karena Asia Tenggara jadi fokus utama di CFISFF, festival film pendek terbesar di dunia. Film pendek kita bukan lagi sekadar tugas sekolah, tapi sudah jadi ruang eksplorasi seni dan pintu masuk industri global. Lewat program Indonesian Entourage: A Sleeping Giant, enam film pendek pilihan unjuk gigi di pasar film internasional.

“Film-film yang terpilih punya nilai tawar yang relevan dan diminati industri internasional,” ujar Fransiska. Beberapa film bahkan lahir dari program Layar Indonesiana oleh Kementerian Kebudayaan RI. Gak cuma itu, film “One Tropical Rain of Love and Guilt” hasil kolaborasi lintas negara juga sukses masuk kompetisi internasional.

Kekuatan film pendek Indonesia makin solid berkat AFAN (Asian Film Alliance Network), jejaring yang memperkuat kemitraan badan film se-Asia. Ini bukti kalau kita gak jalan sendirian, tapi bergerak bareng dalam ekosistem global.

Sekarang, fokus beralih ke Minikino Film Week 12 yang bakal digelar di Bali pada 11–18 September 2026. Ini bukan cuma hajatan buat sineas, tapi buat kita semua. Industri film yang sehat butuh penonton yang kritis dan aktif berdiskusi. Yuk, siap-siap jadi bagian dari pergerakan sinema dunia di Denpasar!

Info Selengkapnya:

MICROGRAM X PATS // SPIN-OFF SERIES “ZEITTGEIST”

TOTALFAT & DUSTBOX // LIVE KONSER “ROCKAMINATION”

MERCH MAKING MARKET

HOKA RESMI JADI OFFICIAL FOOTWEAR PARTNER MAYBANK MARATHON 2025