NEELOA // ALBUM “BARISAN MANUSIA”

Menyambut tahun baru dengan sebuah rilisan baru itulah yang dilakukan oleh Kuartet Alternative Rock asal Solo, Neeloa. Band yang terbentuk pada tahun 2017 ini sempat merilis tiga track yang menjadi jembatan untuk menuju album perdana mereka pada tahun lalu yang masing-masing adalah Nuansa (Maret, 2024), Mantra (April, 2024), dan Kala Luka (Juni, 2024). Barisan Manusia sendiri merupakan album yang sudah digarap kurang lebih sejak lima tahun yang lalu dan menjadi penanda perjalanan Neeloa dengan formasi terbarunya. Kuartet yang digawangi oleh Laurensius Panji Ragatirta (vocal), Pandu Widiatiaga (gitar), Greyza Sakti Cahya (bas), dan Raden Mas Riandaru Sam Kusumo (keys) ini mencoba mengisahkan berbagai fase kehidupan kedalam 11 (sebelas) track dengan dinamika yang beragam dan membuat kita merasa bernostalgia dengan lagu-lagu rock, post-punk, new wave di era ’70 dan ‘90an. 

            Melalui album “Barisan Manusia” Neeloa ingin menceritakan berbagai kisah mulai dari perpisahan, pertemuan, refleksi, persatuan, persahabatan, kebahagiaan, luka, dan kesedihan yang saling terhubung. Semuanya tersampaikan dengan alunan distorsi yang beradu dengan ketukan drum yang rancak membuat kita seolah ikut terjun dalam ceritanya. Salah satu lirik yang cukup mudah diingat adalah dari track Nama yang berbunyi “Hanya nama yang tersimpan dan takkan pernah terlupa” seakan membuat kita hanyut dalam perpisahan tanpa harus melupakan kenangan yang tersimpan. “Aku berharap siapapun yang nantinya mendengar lagu ini, semoga bisa mengobati rasa rindu tentang perpisahan dengan seseorang yang berarti baik itu pacar, teman, atau siapapun,” ungkap Greyza atau yang kerap disapa Eca.

Neeloa juga menyampaikan pesan kepada para pendengar yang disebut sebagai Barisan. “Lima tahun yang lalu, kami menciptakan 11 lagu untuk album perdana kami yang berjudul “Barisan Manusia”. Berbagai hal telah dilewati oleh Neeloa selama proses penggarapan album yang akhirnya membawa pada kesempatan untuk merampungkan perjalanan panjang ini. Album ini seperti halnya bintang dan bulan, atau yin dan yang, bahwa sesuatu yang gelap akan selalu memiliki titik terang dan begitu juga sebaliknya. Segala yang telah kami kerjakan selama ini kini akan terwujud sepenuhnya, mengalun dan mengisi setiap telinga yang mendengarkan,” Tutur Panji Raga.

            Album perdana dari Neeloa ini sudah bisa didengarkan melalui layanan streaming digital mulai 10 Januari 2025. “Semoga album Barisan Manusia ini bisa mewakili berbagai fase kehidupan dari kalian yang mendengarkan dan tentunya salam kenal kami Neeloa dan selamat mendengarkan persembahan dari kami ini,” tutup Pandu.


MORE INFORMATION: @neeloaofficial 

Post navigation

TUANTIGABELAS RILIS “SUARA” // SINGLE KEEMPAT DARI WEBSERIES TERBARUNYA

KAUSA x ANGGI ARIADI: “PELANGI BURAM” // LUKA SOSIAL YANG TAK BISA LAGI DIBUNGKAM

THE WIROX // LUNCURKAN SINGLE “TRISTESSE

TRADISIGILA RILIS ALBUM KEDUA “YOUNG & PUNK”// GAUNGKAN SEMANGAT MUDA YANG LIAR DAN MENYENTUH