Skena musik ekstrem lokal kembali mendapatkan asupan energi gelap melalui MorbidThrone. Proyek solo asal Kabupaten Kuningan yang digawangi oleh Tegvh Slavghter ini resmi memperkenalkan kembali album penuh perdana mereka bertajuk Perbudakan Spiritual.
Lahir di tahun 2023, MorbidThrone bukan sekadar proyek musik biasa. Ini adalah sebuah bentuk perlawanan terhadap kemapanan dan kepalsuan sosial. Dengan meramu raw black metal yang dingin dan atmosferik bersama agresi crust punk yang kasar, MorbidThrone menciptakan identitas musik yang primitif sekaligus menampar.
Esensi Perbudakan Spiritual Album ini membawa pesan yang mendalam. Lewat judul Perbudakan Spiritual, Tegvh Slavghter menyuarakan keresahan tentang penindasan tak kasatmata seperti dogma, manipulasi moral, hingga kepatuhan buta yang mengekang manusia modern.
Secara teknis, album ini mempertahankan estetika DIY (Do It Yourself). Produksinya dibiarkan mentah dengan distorsi kotor dan vokal jeritan penuh keputusasaan. Karena dikerjakan sepenuhnya secara mandiri—mulai dari penulisan lagu hingga rekaman—hasilnya adalah sebuah karya yang jujur tanpa kompromi industri.
Eksistensi di Tahun 2025 Setelah sempat dirilis secara independen via Bandcamp pada 2024, perilisan ulang di tahun 2025 ini menjadi penegasan bahwa suara-suara dari kegelapan underground masih nyaring terdengar. Perbudakan Spiritual adalah seruan bagi mereka yang menolak tunduk pada sistem yang menindas.
Dengarkan dan rasakan gelapnya Perbudakan Spiritual sekarang juga melalui tautan di bawah ini.
Informasi & Kontak:



