MIMBAR JALANAN: SEBIJI PERMEN COKELAT DI TENGAH KEKACAUAN NEGARA

Dunia bergerak terlalu cepat, tapi Aldy Amis tahu cara meringkasnya tanpa kehilangan esensi. Album terbarunya, Mimbar Jalanan, hadir layaknya video pendek di timeline kita: singkat, padat, dan langsung menghujam ke inti masalah. Isinya bukan sekadar nada, melainkan potret jujur tentang ketimpangan dan resistensi yang dibalut dengan rasa yang manis namun getir persis seperti sebiji permen cokelat.

Berisi 8 lagu, album ini tidak menuntut kita untuk berpikir keras atau membuka kamus. Aldy bicara apa adanya. Tiga track pertama dibuka dengan dramatis lewat iringan biola dan gema megaphone, sebuah representasi visual-audio atas buntunya saluran demokrasi di negeri ini.

Dua kolaborator besar turut memberi warna: Iga Massardi membawa musikalitas atraktifnya di lagu Local Wisdumb, sementara Mike Marjinal menyumbang lirik tajam bin jenaka di lagu Hewan Perwakilan Rakyat. Puncaknya, lagu Lapor Mas Wapres hadir sebagai sindiran halus yang mungkin akan membuat subjeknya ingin ikut bernyanyi sekaligus bertobat.

Album ini ditutup dengan narasi penerimaan dan harapan. Di tengah isu kiamat rudal dan tipu daya manusia, Aldy menutup perjalanan dengan Krisis Cinta, sebuah doa lirih agar cinta tetap menjadi pemenang di atas segalanya. Mimbar Jalanan membuktikan bahwa masalah serumit apa pun bisa disampaikan dengan cara yang tenang, seolah kita sedang mengunyah permen sambil menonton kehancuran dari kejauhan.

Mimbar Jalanan sudah tersedia di seluruh platform digital mulai 23 April 2026. Jangan hanya didengar, resapi tiap katanya.

Update info terbaru:

 Instagram: @aldyamis 

 TikTok: @aldyamis_

RICH BRIAN RILIS SINGLE “LITTLE RAY OF LIGHT” DAN UMUMKAN ALBUM KETIGA “WHERE IS MY HEAD?”

SONY MUSIC INDONESIA DAN SUN EATER GROUP RESMI LUNCURKAN JOINT VENTURE LABEL BARU “LUNAR”

JUPITERSHOP // SINGLE “SO GOOD”

STOWAWAY HADIRKAN “LA PRIMO”// PUNK ENERJIK DENGAN PLOT TWIST ALA CITY POP