MENGENAL ECCE SHNAK: UNIT ART-PUNK NYENTRIK ASAL NEW YORK

Bosan dengan musik yang itu-itu saja? Perkenalkan ECCE SHNAK (dibaca: Eh-kay sh-knock), kolektif musik asal New York yang siap mengacak-acak playlist kamu. Dipimpin oleh David Roush, band ini bukan sekadar bermain musik; mereka adalah eksperimen berjalan yang menggabungkan berbagai genre dalam satu lagu secara jenius namun tetap berkelas.

Nama ECCE SHNAK sendiri punya makna yang unik. Diambil dari kata Latin “Ecce” yang berarti “Lihatlah!” dan kata slang “shnokkered” yang identik dengan kondisi mabuk. Bagi Roush, yang juga mengidap cerebral palsy, nama ini adalah refleksi dari cara orang melihat kondisi fisiknya yang sering dikira mabuk, padahal itu hanyalah bagian dari identitas alaminya. Melalui musik, ia ingin pendengar benar-benar “melihat” dan merasakan energi yang jujur.

Lewat EP terbaru mereka, The Shadows Grow Fangs, ECCE SHNAK pamer kreativitas tanpa batas. Simak saja track “Jeremy, Utilitarian Sadboy” yang memadukan riff funk-metal dengan harmoni ala Queen, atau “The Internet” yang menggabungkan vokal komputer dengan gaya Gregorian chants. Tak hanya soal kegilaan teknis, mereka juga punya sisi emosional dalam lagu “Stroll With Me”, sebuah tribut menyentuh untuk seorang teman.

Meski sering dibanding-bandingkan dengan Frank Zappa atau Primus, ECCE SHNAK punya identitas sendiri yang lebih dipengaruhi oleh Gogol Bordello hingga musik klasik Claude Debussy. Mereka adalah perpaduan antara kecerdasan akademis (filsafat dan psikologi) dengan energi punk yang liar namun terukur.

Penasaran dengan kegilaan musikal mereka? Langsung saja cek karya-karya mereka di platform streaming favoritmu.

Connect with ECCE SHNAK:

BRYAND // RILIS SINGLE TERBARU “EVERYTHING WITH YOU” — LAGU TENTANG KEKUATAN DALAM HUBUNGAN

JOJI RESMI RILIS “LOVE YOU LESS”, PEMBUKA MENUJU ALBUM PISS IN THE WIND

DUBYOUTH X TAIWAN MC // SINGLE “ROCKIN STEADY”

DOMINIQUE ADHADIAZ LEPAS “FOKUSKU KEDELAY”, ANTHEM JATUH CINTA RETRO YANG GROOVY