Jakarta, 8 Oktober 2026 — Menyambut creative event besutan Dyandra Promosindo, 25/7 (Twenty Five Seven), sebuah rangkaian pembuka bertajuk 25/7 Prelude resmi digelar di Gramedia Jalma Melawai. Mengusung tema “Dari Halaman ke Nada: Buku dalam Musik Sore”, acara ini memadukan sesi diskusi buku interaktif dan live performance intimate dari grup musik Sore.


Dipandu oleh moderator Haris Franky, 25/7 Prelude mengajak penikmat musik menyelami sisi personal personel Sore melalui buku-buku favorit mereka. Enam buku dibahas dalam sesi ini, yakni Kartun Riwayat Peradaban karya Larry Gonick, One Flew Over the Cuckoo’s Nest karya Ken Kesey, Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, Quran Mapping karya Nur Fajri Romadhon, Finding Audrey karya Sophie Kinsella, serta The Beatles Way karya Larry Lange.
“Buku dan musik sama-sama punya kemampuan membangun imajinasi serta membawa orang melihat sesuatu dari perspektif berbeda,” jelas Rafi Elmanda, Project Manager 25/7.


Bagi para personel Sore, bacaan tidak sekadar hiburan, melainkan pondasi berpikir. Awan Garnida menyampaikan bahwa temuan dalam buku membantu membentuk sudut pandang hidup yang kemudian dituangkan ke dalam lirik dan nada. Sementara itu, Bemby Gusti menceritakan bagaimana pemaknaan dari buku Quran Mapping berevolusi menjadi gagasan rasa syukur dalam karya lagu mereka, “Jalan Hayat”.
Selain perjumpaan literasi dan musik, Dyandra Promosindo turut mengumumkan jajaran line-up awal untuk gelaran utama 25/7 yang akan berlangsung pada 4–6 Desember 2026 di Taman Kota Peruri. Nama-nama seperti The Adams dengan warna indie/alternative rock dan Littlefingers yang mengusung electronic jazz siap meramaikan panggung. Festival 25/7 dirancang sebagai ruang kolaborasi yang menyatukan musik, fashion, kuliner, serta gaya hidup kreatif.
Pantau perkembangan informasi selengkapnya mengenai 25/7 melalui akun Instagram resmi @twentyfiveseven.id dan @dyandrapromosindo. Sampai jumpa di Taman Kota Peruri bulan Desember mendatang!


