MAD RONIN DAN 40 THIEVES // KOMBINASI NYAMAN UNTUK MENYANTAP RAMEN DAN COCKTAIL

body-image-2

Mad Ronin merupakan restoran lokal yang telah memiliki dua cabang, yakni di Canggu dan Petitenget. Restoran ini terkenal akan sajian tonkatsu ramen miliknya. Berdiri sejak September 2016, Mad Ronin diinisiasi oleh Shah Dillon.

Sang pendiri mendapat inspirasi untuk menyajikan makanan yang simple tetapi menyenangkan untuk dimakan, yakni tonkatsu ramen. Kala itu, ramen belum populer seperti saat ini. Adapun, konsep late night burger joints adalah model yang sedang menjamur di kalangan masyarakat.

Shah Dillon lantas mencoba mengambil peluang dari kondisi tersebut. Ia menyatukan ramen dengan konsep late night burger joints untuk kemudian membuka late night ramen. Menurut Shah Dillon, konsep ini bakal menarik buat para pengunjung 40 Thieves Bali, bar di kawasan Petitenget, yang letaknya di atas Mad Ronin.

body-image-1

Prediksi tersebut terbuki benar. Mad Ronin berhasil jadi salah satu restoran popular di daerahnya. Meski makanan utama yang diusung restoran ini adalah makanan Jepang, yakni ramen, nyatanya hidangan Mad Ronin tetap cocok di lidah para penduduk lokal!

Menurut hasil wawancara Tim Mave Magazine dengan pihak restoran, Mad Ronin memang berupaya untuk menghadirkan tonkatsu ramen dengan cita rasa terbaik sehingga dapat dinikmati oleh semua orang Bali.

Kini, restoran Jepang mulai merebak. Akan tetapi, Mad Ronin terbukti sanggup mempertahankan eksistensinya. Menurut pihak pengelola, hal yang membuat Mad Ronin berbeda dengan restoran Jepang lainnya adalah resep yang digunakan.

body-image

Usut punya usut, Mad Ronin menggunakan resep kuah (broth) tonkatsu yang dimasak khusus selama 48 jam! Selain itu, tak seperti restoran Jepang pada umumnya, Mad Ronin menggunakan mi hakata yang dipesan khusus sebagai bahan dasar ramennya.

Di sisi lain, 40 Thieves yang berada di lantai dua Mad Ronin rupanya tak kalah populer. Layaknya Mad Ronin, bar yang satu ini didirikan oleh Shah Dillon pada Januari 2017 silam.

Latar belakang kemampuan bartending yang dimiliki pendiri sejak berusia 16 tahun, ditambah pengalaman dan tabungan yang telah dipupuk selama bertahun-tahun menjadikan sang pendiri berani mewujudkan konsep bar impiannya melalui 40 Thieves.

body-image-4

Kalau kamu udah pernah mengunjungi 40Thieves, Sobat Mavers, kamu bakal sadar bahwa konsep interior bar ini terinspirasi dari film Gangs of New York. Mengambil tema Amerika setelah pasca kemerdekaan, dengan para pekerja dan imigran yang melebur, 40 Thieves berupaya memunculkan kesan rustic pada era tersebut. Hal ini jauh dari konsep bar lain pada terkesan ‘gatsby dan glamour.

Bertekad menyediakan cocktail yang dapat dinikmati semua orang, 40Thieves memiliki setidaknya 12 cocktail pada menu. Akan tetapi, pengunjung diizinkan memesan cocktail khusus sesuai selera dan mood mereka. Adapun, dua best seller dari 40Thieves adalah Naked for Satan, yang merupakan twist dari Manhattan Cocktail dan terbuat dari bourbon, peated whisky, dan homemade vermouth. Di samping itu, ada pula Red Light District yang merupakan improvisasi dari Gin & Tonic.

body-image-3

Bar ini wajib masuk dalam list kunjungan kamu, Sobat Mavers. Pasalnya, 40Thieves merupakan bar dengan konsep speak easy pertama yang sudah ada sejak 5 tahun lalu dan tetap relevan hingga sekarang. Di sisi lain, 40Thieves juga memiliki craft spirits dan cocktails yang sangat bervariasi. Gimana, tertarik buat makan di Mad Ronin lalu pesan cocktail di 40 Thieves?

====================================================================================

For more info:

Instagram:@madronin.bali | @40thieves.bali

Facebook: Mad Ronin – BALI | 40 Thieves – BALI

Related Blogs

    Share