LIANG BEURIT RILIS EP ‘PESAN TERAKHIR’, POTRET HUBUNGAN YANG BELUM USAI DI ERA DIGITAL

Unit alternative/pop punk asal Tangerang, Liang Beurit, baru saja memperkenalkan karya terbaru mereka lewat EP ganda bertajuk “Pesan Terakhir” dan “Akhir”. Dirilis tepat pada 14 Februari 2026, koleksi lagu ini mencoba membedah fenomena penyesalan dan sisa-sisa perasaan yang tertinggal dalam ruang digital.

Mengambil nama dari filosofi tikus yang bertahan di ruang sempit, Liang Beurit memposisikan diri sebagai suara dari bawah yang jujur dan sulit diabaikan. Nama tersebut menjadi simbol bagi mereka yang tumbuh dari kondisi yang sering diremehkan namun tetap cerdas dalam bertahan hidup. Melalui EP ini, mereka membawa narasi yang sangat personal: sebuah cerita nyata tentang hubungan yang kandas namun tetap membekas.

Secara musikal, Liang Beurit menyuguhkan energi yang eksplosif. Mereka mengombinasikan pengaruh dari band lokal Colorcode dengan nuansa modern khas Dayseeker. Hasilnya adalah perpaduan riff yang bertenaga dengan melodi yang tetap emosional, sangat cocok bagi pendengar yang menyukai dinamika pop punk masa kini.

Fokus utama dalam EP ini adalah bagaimana sebuah hubungan di era modern tidak pernah benar-benar selesai. Jejak digital berupa chat, foto, hingga “pesan terakhir” yang seharusnya tidak terkirim, terus hidup di ruang-ruang kecil gawai kita. Penyesalan yang datang belakangan menjadi benang merah yang menjahit keseluruhan lagu dalam rilisan ini.

Bagi kalian yang sedang terjebak dalam habit post-breakup atau sekadar ingin mendengarkan energi baru dari skena Tangerang, EP ini sudah tersedia di berbagai layanan musik digital.

Ikuti Liang Beurit:
Instagram: @liangbeurit
TikTok: @liangbeurit
YouTube: Liang Beurit Official

SETELAH 5 TAHUN, MUCH KEMBALI DENGAN SINGLE BAHASA INDONESIA PERDANA “PENDAR”

KRITIK SOSIAL LEWAT DISTORSI: SCHEBISSCHA LEPAS SINGLE “B. T. I.” UNTUK SUARAKAN PENINDASAN DAN KERUSAKAN ALAM

JAEK // HORSE POWER

SYNCHRONIZE FEST 2024 // 13 SPECIAL LINE UP