Unit alternative rock asal Semarang, Moses, resmi melepas single perdana mereka berjudul “Pedofolitik” pada Sabtu (15/08/2026) di seluruh platform musik digital. Rilisan ini menjadi langkah awal kwartet yang digawangi oleh Hqim (vokal), Baba (gitar), Digka (bass), dan Ucok (drum) dalam mengarungi kancah musik tanah air dengan balutan sub-genre funk-rock.

Lagu “Pedofolitik” memiliki nilai sentimental yang sangat mendalam. Tembang ini pertama kali diracik saat Moses masih berformat trio bersama mendiang Resha (drum). Selain menandai debut, single ini disajikan sebagai bentuk penghormatan setinggi-tingginya untuk Alm. Resha Wahyu Adi yang berpulang akibat pecah pembuluh darah di tengah proses rekaman.

Secara musikalitas, Moses menyuntikkan nuansa funk dengan sentuhan distorsi blues yang pekat, terpengaruh kuat oleh gaya Winery Dogs. Karakter tersebut makin solid berkat chemistry Hqim dan Baba yang sudah belasan tahun bermusik bersama di unit blues Smoke.
Dari segi lirik, Baba menyuarakan keresahan publik lewat diksi sehari-hari yang lugas tanpa basa-basi. “Pedofolitik” secara tajam menembak fenomena politik bagi-bagi kursi pasca-pemilu serta maraknya isu anak pejabat yang mendadak diproyeksikan jadi “pewaris takhta” kekuasaan.
Sempat memvakumkan diri demi menghormati kepergian Resha, Moses kembali bangkit setelah meminang Ucok—sahabat karib almarhum—untuk meneruskan legacy yang telah dibangun. Kini, dengan formasi baru yang kian solid, Moses siap melesat lebih jauh di industri musik Indonesia.
Dengarkan single debut “Pedofolitik” di seluruh platform media musik!


