KRITIK SOSIAL LEWAT DISTORSI: SCHEBISSCHA LEPAS SINGLE “B. T. I.” UNTUK SUARAKAN PENINDASAN DAN KERUSAKAN ALAM

Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” memang terdengar sangat indah dan nasionalis. Namun, di tengah kondisi hari ini, apakah faktor pemersatu bangsa masih rasa nasionalisme, atau justru karena nasib yang sama-sama tertindas? Keresahan mendalam itulah yang mendorong unit cadas asal Indonesia, Schebisscha, untuk menumpahkannya ke dalam single terbaru mereka bertajuk “B. T. I.”.

Resmi dirilis pada tanggal 27 Mei 2026, “B. T. I.” hadir sebagai tamparan keras sekaligus pengingat tentang potret kerusakan lingkungan hidup yang semakin masif di tanah air. Lewat lirik yang ringkas namun implisit, band ini membedah berbagai bencana ekologis yang merugikan masyarakat luas. Mulai dari tragedi banjir di Sumatera Utara yang membawa kayu gelondongan bernomor seri perusahaan, ancaman terhadap hutan adat Dayak dan habitat orangutan akibat proyek strategis nasional, pencemaran laut Halmahera oleh aktivitas tambang, hingga penggerusan hutan adat di Papua demi perkebunan sawit dan proyek pangan nasional.

Dibentuk sejak tahun 2023 dan mulai aktif bergerak pada 2024, Schebisscha dihuni oleh komplotan musisi independen yang terdiri dari Kecha (vokal), Bagin (gitar 1), Dicky (bass), dan Natha (drum). Nama Schebisscha sendiri plesetan kreatif dari kata “Sebisa”, sebuah filosofi santai namun berkomitmen: “Latihan sebisanya, main sebisanya, bikin lagu sebisanya, dan berbisa sebisanya”. Konsep ini mengajarkan untuk tidak terlalu ambisius dalam hidup, tetapi tetap serius dalam menelurkan karya.

Urusan musikalitas, Schebisscha meramu distorsi mereka dengan mengambil pengaruh dari jajaran band cadas legendaris seperti Puppen, Soulfly, Rage Against the Machine, Spazz, Hatebreed, Seringai, High on Fire, Misfits, hingga sentuhan lokal New Pallapa dan dinamika reels brain rot yang sedang tren di internet.

Single “B. T. I.” kini sudah bisa lo dengarkan secara penuh. Yuk, langsung kunjungi situs resmi mereka untuk menyimak langsung perlawanan lewat nada ini!

PEKONG! KOLEKTIF YANG MENJADI WADAH KREATIFITAS DI KOTA SERANG BANTEN

KULTUS DAN RUNTUH SIAP SEBAR KEGELAPAN LEWAT TUR DOOM IN TAIWAN 2026

DINDY INDRYANTO // “HADAPI DAN LAKUKAN”

MEG & BELL, HALF MALAYSIA, HALF INDONESIA: POP-PUNK LINTAS NEGARA YANG MERAYAKAN PATAH HATI