KOREKAYU RILIS LIVE ALBUM SINEMATIK “EEN VERHAAL IN DE TIJD”, BAWA ATMOSFER SEJARAH KE PANGGUNG MODERN

Unit pop asal Yogyakarta, Korekayu, baru saja memberikan kejutan awal tahun dengan merilis live album sinematik dan video performa bertajuk “Een Verhaal in de Tijid” pada 1 Januari 2026. Materi ini merupakan rekaman langsung dari aksi panggung mereka di ARTJOG pada 8 Agustus 2025 lalu.

Bukan sekadar dokumentasi panggung biasa, album ini menjadi eksperimen artistik yang menggabungkan musik, sejarah, dan teater. Korekayu mencoba merespons periode peralihan penjajahan Belanda ke Jepang di Indonesia (1942-1945). Kesan historis ini diperkuat dengan penggunaan kostum gakuran dan seifuku oleh para personel, menciptakan nuansa militer Jepang yang dramatis.

Secara musikal, penampilan ini adalah versi paling megah dari album “Verhaal”. Mereka menambah instrumen seperti brass section, seruling, ketipung, hingga backing vocal untuk menciptakan soundscape yang lebih luas dibanding versi studio. Salah satu momen paling berkesan adalah kolaborasi bareng Indra Prasta dan Iwan Tanda (The Rain) dalam lagu “Terserah Maumu” yang dibawakan dengan aransemen lebih raw dan emosional.

Band sekstet yang digawangi Alfon, Bondan, Lukas, Bagas, Alvin, dan Yusti ini membuktikan bahwa narasi sejarah bisa tetap relevan dan keren di tangan generasi muda. Kamu sudah bisa menikmati pengalaman audio-visual ini di YouTube dan seluruh platform streaming musik digital.

Kunjungi media sosial Korekayu:

KOLABORASI GLOBAL: “HIHI NIOE (AMAPIANO REMIX)” SATUKAN JAKARTA DAN KENYA

ERROR CREW // “NODA DI ATAS PUTIHMU; KRITIK TAJAM UNTUK MUNAFIK BERKEDOK SUCI

MILLI // TANTANG BATAS DIRI DI ALBUM PENUH KEDUANYA “HEAVYWEIGHT”

ROAD TO BRAGA // PUNK N ROLL