Bosan dengan playlist yang itu-gitu saja? ECCE SHNAK (dibaca: Eh-kay sh-knock) punya resep penangkalnya. Band asal New York ini sukses menabrak semua sekat genre musik lewat formula art-rock eksperimental. Dipimpin oleh David Roush, mereka mencampurkan vokal ala opera/koral, groove metal, hingga punk dalam satu lagu. Kedengarannya chaos? Memang, tapi digarap dengan presisi yang matang.

Nama ECCE SHNAK sendiri diambil dari kata ‘Ecce’ (Bahasa Latin artinya “Lihatlah!”) dan plesetan bahasa gaul ‘shnokkered’ yang berarti mabuk berat. Namun bagi Roush, arti sebenarnya simpel saja: “Look at this!”
Setelah sempat merilis EP Shadows Grow Fangs, mereka merilis single “Vincent” dan “Eddie, Legalistic Homeslice”. Kedua lagu ini menjadi pemanasan menuju album penuh mereka, Dandy Variances, yang dijadwalkan rilis akhir tahun 2026 di bawah naungan Records, Man Records. Lagu “Vincent” sendiri menyuguhkan energi hardcore bertempo sedang yang dipadu vokal klasik opera untuk menyindir orang-orang menyebalkan di sekitar kita.


Baru-baru ini, unit NYC yang beranggotakan David Roush, Bella Komodromos, Chris Krasnow, Gannon Ferrell, dan Henry Buchanan-Vaughn baru saja menyelesaikan tur UK mereka bersama band EMF
- Instagram: @ecceshnak
- X/Twitter: @EcceShnak
- Facebook: Ecce Shnak
- TikTok: @ecceshnak
- Apple Music: Ecce Shnak
- Bandcamp: Ecce Shnak
- Spotify: Ecce Shnak


