body

INI 4 REKOMENDASI OBJEK WISATA BALI BERDASARKAN GENRE FILM FAVORITMU!

Hampir setiap orang pernah menonton film. Sebagian dari kamu mungkin punya genre film terfavorit yang selalu kamu nantikan kehadirannya. Menonton film dari genre favorit kadang membuatmu ingin menjadi pemeran utama dalam film. Tapi, pernahkah kamu terpikir untuk mengunjungi tempat atau mengalami hal-hal seperti yang terjadi dalam film?asi yang kerap dihadirkan oleh film tontonanmu. Untuk dapat merasakan salah satunya–selain melompat ke film dan mengambil posisi peran utama–kamu juga bisa loh, mengunjungi tempat-tempat yang membangkitkan sensasi seperti genre film favoritmu. Berikut, Tim Mave Magazine sajikan tiga rekomendasi tempat wisata Bali yang bisa kamu kunjungi berdasarkan genre fim favoritmu!

1. Romance: Bukit Cinta

(Foto: Pegi-pegi/Mariska Tracy)

Buat kamu penggemar film bergenre romance, Bukit Cinta bisa jadi salah satu objek wisata yang menarik buat kamu kunjungi. View-nya yang dipenuhi bukit hijau dan hamparan trek memanjang cocok dijadikan lokasi fotomu bersama keluarga, rekan, atau gebetan! Nggak heran kalau Bukit Cinta yang terletak di Jalan Bangkiang Sidem, Ubud ini disebut sebagai salah satu lokasi foto Instagrammable di Bali.

Meskipun namanya bukit, tempat ini nyatanya nggak sulit buat diakses. Tanpa perlu trekking terlalu lama, kamu sudah bisa tiba di puncaknya. Oleh sebab itu, Bukit Cinta alias Bukit Campuhan sering dijadikan tempat jogging oleh sejumlah warga dan wisatawan.

2. Adventure: Aling-Aling Waterfall

(Foto: PunapiBali.com)

Terletak di Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Air Terjun Aling-Aling bakal jadi objek wisata menarik buat kamu yang gemar genre film adventure. Nggak cuma menikmati pemandangan sekeliling, kamu juga bisa merasakan serunya berpetualang di alam, seperti tokoh film favoritmu. Belum lagi, terdapat batu dengan laju air deras yang sering dimanfaatkan sebagai perosotan air terjun. Dijamin, adrenalin kamu akan semakin terpacu! Tapi, kalo kamu nggak yakin mencobanya, lebih baik nggak usah, ya, Sobat Mavers. Bisa-bisa kamu cedera.

Untuk dapat mengakses Air Terjun Aling-Aling, kamu cukup membayar tiket masuk seharga kurang lebih Rp125.000. Khusus warga asing, harga tiket yang dikenakan sedikit lebih mahal, yakni berkisar Rp200.000 – Rp300.000 untuk satu orang. Puas bermain di air terjun, kamu bisa mengunjungi fasilitas hotel serta resort and spa yang tersedia di sekitar objek wisata. Lengkap banget, ya! Gimana, jadi nggak sabar buat berkunjung ke Air Terjun Aling-Aling, kan?

3. Horror: Desa Adat Trunyan

(Foto: Instagram.com/bwkutavilla)

Tempat wisata yang letaknya dekat dengan Gunung Batur ini sebenarnya merupakan area permakaman. Namun, karena keunikannya, banyak wisatawan yang kerap berkunjung ke desa ini. Di Desa Adat Trunyan, pemakaman seseorang dilakukan secara berbeda, yakni dengan meletakkan jasadnya di bawa pohon Taru Menyan. Meski demikian, jasad tersebut tidak berbau. Menurut kepercayaan warga, pohon Taru Menyanlah yang menyerap bau busuk di tempat tersebut.

Selain bisa belajar kebudayaan berbeda, mengunjungi Desa Adat Trunyan rasanya akan cukup membuat jantungmu agak berdebar. Untuk dapat mengakses objek wisata, kamu perlu menyewa perahu di dermaga Kedisan seharga kurang lebih Rp100.000. Dermaga tersebut letaknya di pinggir Danau Batur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Dalam kurun waktu 30 menit, kamu akan tiba di Desa Adat Trunyan.

4. Drama: Penglipuran Village

(Foto: BaliStarIsland.com)

Buat kamu para penggemar film bergenre drama, harap merapat dan berkunjung ke Desa Penglipuran. Jadi salah satu desa terbersih di dunia, Desa Penglipuran sering jadi lokasi syuting, loh! Kalau kamu suka nonton FTV, kamu juga mungkin udah nggak asing sama objek wisata ini. Desa Penglipuran terletak di Jl. Penglipuran, Kubu, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.

Begitu tiba di sana, kamu akan dimanjakan dengan suasana desa yang indah. Jalannya yang terbuat dari batu alam dengan rumput dan berbagai bunga di tiap sisinya membuat lokasi ini semakin layak dijadikan tempat syuting dan foto! Dikutip dari Detik, terdapat sekitar 200 rumah tradisional Bali yang ada di kawasan ini. Tiap-tiap rumah memiliki pintu masuk yang hampir serupa bernama angko-angko. Angko-angko ini biasanya terbuat dari tanah liat, dengan papan bertuliskan nama pemilik rumah di bagian pinggirnya. Gimana, Sobat Mavers? Sudah pernah berkunjung ke Desa Penglipuran, belum?

Related Blogs

    Share