Solois asal Seoul, iiso, baru saja merilis single terbarunya yang berjudul ‘Best Friend’ pada 29 Mei kemarin. Nggak main-main, di lagu ini iiso berkolaborasi langsung dengan produser global ternama, Mura Masa. Kolaborasi lintas negara ini berhasil menggabungkan estetika musik iiso dengan sentuhan produksi kelas dunia.
Secara musikalitas, ‘Best Friend‘ kental dengan arah baru yang sedang ditekuni iiso: perpaduan melodi yang playful, hookyang adiktif, serta dentuman drum yang bertenaga khas musik elektronik ala Inggris (UK-inspired). Di balik aransemennya yang ceria dan charming, lirik lagu ini sebenarnya menyimpan kompleksitas emosi, rasa cemas, dan lika-liku memendam perasaan pada sahabat sendiri alias terjebak friendzone.
Proses pembuatannya juga didukung oleh Humming Urban Stereo (HUS) pada bagian mixing untuk memperkuat atmosfer dreamy. Sementara untuk visualnya, iiso kembali bekerja sama dengan sutradara Lafic—yang sebelumnya menggarap video musik ‘Salad Days’—untuk menerjemahkan estetika khas Y2K dan kultur internet alternatif ke dalam video musiknya.

Sebagai musisi independen yang aktif bergerak di antara skena underground Korea dan kultur internet global, iiso dikenal sebagai all-rounder. Ia tidak hanya menulis lagu, tetapi juga bertindak sebagai produser dan direktur kreatif yang mengonsep sendiri musik, visual, hingga gaya busananya.
Lagu ‘Best Friend‘ sudah bisa dinikmati di berbagai platform musik digital. Tonton juga video musiknya untuk melihat visualisasi estetik dari iiso.
Dengarkan ‘Best Friend’ sekarang:


