Setiap manusia pasti punya masalahnya masing-masing, dan kadang tanpa disadari, kita sering terjebak dalam pola sabotase diri (self-sabotage). Kondisi psikologis di mana seseorang membangun labirin masalahnya sendiri lalu tersesat di dalamnya itulah yang coba diangkat oleh Flavour Fiction lewat single terbaru mereka berjudul ‘Fluorescent Ride’.
Resmi mengudara di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) pada Jumat, 19 Juni 2026, ‘Fluorescent Ride’ didapuk sebagai gerbang pembuka menuju album penuh perdana mereka yang direncanakan rilis akhir tahun nanti. Unit alternative rock/shoegaze asal Bandung yang terbentuk sejak 2019 ini digawangi oleh Endita Ilham (gitar/vokal utama), Fokus Rana Gumilang (gitar), Muhammad Rizki Fadhillah (bass/vokal latar), dan Aldrian Rajab (drum).

Proses kreatif lagu ini lahir secara daring di tengah kepadatan jadwal masing-masing personel. Bermula dari sebuah demo intro yang dilempar ke grup, mereka kemudian merespons dan memperkuat fondasi lagunya bersama-sama. Hasilnya, ‘Fluorescent Ride’ tampil sebagai nomor alternative rock dengan sentuhan shoegaze imersif yang terdengar lebih liar, jujur, dan enerjik dibanding single debut mereka, ‘Dice’, yang rilis pada 2023 lalu.
“Lagu ini lahir dari kebutuhan buat jujur tentang pergulatan senyap yang gak selalu punya nama dan dirasain banyak orang dalam diam,” ungkap para personel Flavour Fiction.

Kecemasan batin tersebut juga divisualisasikan secara apik melalui artwork karya Ridwan Maulana Yusup. Gambar tersebut menampilkan sosok anonim blur yang membelakangi kamera di sebuah taman hijau asri, merepresentasikan perasaan tersesat di labirin pikiran sendiri namun tetap menyimpan kehangatan serta harapan untuk sadar.
Bagi lo yang merasa hidupnya belakangan ini sedang berputar di lingkaran kecemasan tak berujung, ‘Fluorescent Ride’ bakal jadi teman yang sangat pas buat didengarkan. Yuk, langsung amankan lagu ini ke dalam playlist harian lo di Spotify atau platform musik digital lainnya sekarang juga!


