Unit metal asal Jakarta, ESH, resmi memperkenalkan diri ke industri musik melalui single perdana bertajuk “Vox Populi”. Terbentuk pada tahun 2025, band yang digawangi oleh Will (vocal), Ughie (gitar), Alan (gitar), Yoga (drum), dan Avip (bass) ini membawa semangat perlawanan yang segar. Nama ESH sendiri diambil dari bahasa Ibrani yang berarti “Api”, memposisikan mereka sebagai lentera di tengah kaku-nya sistem.
Lagu berdurasi 02:27 menit ini merupakan hasil kolaborasi personil dari lingkaran pertemanan Trendkill Cowboys Rebellion dan Last Blood. Berbeda dengan proyek sebelumnya, ESH hadir dengan pendekatan yang lebih mentah, enerjik, dan anthemic. Di tengah tren metal modern yang serba bersih, mereka justru memilih jalur eksperimental dengan distorsi Big Muff dan Fuzz yang kasar, serta set drum minimalis yang hanya terdiri dari snare, floor, dan kick bass.

Secara lirik, “Vox Populi” (Suara Rakyat) lahir sebagai respon terhadap gejolak politik di Indonesia, mulai dari isu kekerasan aparat hingga berbagai kebijakan kontroversial. ESH percaya bahwa protes yang paling bermartabat adalah dalam bentuk karya. Menariknya, karena saat rekaman belum memiliki pemain bass tetap, posisi tersebut diisi oleh musisi kawakan Agus “Giox” Purnomo dari Superglad.
Single ini akan tersedia di seluruh Digital Streaming Platform (DSP) mulai 03 April 2026 di bawah naungan AMPS Record. Lagu ini juga menjadi pembuka bagi mini album (EP) mereka yang dijadwalkan meluncur pada 01 Mei 2026dalam format digital, kaset, dan CD.
Dengarkan perlawanan mereka dan pantau terus perkembangannya melalui
Instagram:


