Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran kembali membuktikan eksistensinya lewat gelaran Epicentrum Padjadjaran Communication Festival 2026. Memasuki satu dekade perjalanannya, festival komunikasi terbesar ini membawa misi serius: melawan eksploitasi anak yang selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) 16.2.
Bertempat di Jatinangor pada Rabu (1/4), acara ini bukan sekadar ajang kumpul mahasiswa. Menurut Project Officer Epicentrum 2026, Febry Ferischa, tema ini dipilih sebagai respons cepat terhadap tingginya kasus kekerasan pada anak. Hal senada disampaikan Ketua BEM Fikom Unpad, Christofer Mourinho, yang menyebut bahwa seluruh cabang lomba tahun ini dikerucutkan untuk mencari solusi atas isu tersebut.


Dukungan penuh datang dari Dekan Fikom Unpad, Dr. Nindi Aristi, yang menegaskan bahwa komunikasi adalah instrumen kunci untuk perubahan sosial. Dalam sesi talkshow, Alwi Johan Yogatama (content creator) dan psikolog Denia Rahmayanthi membedah realita pahit: Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam kasus eksploitasi anak secara online pada 2024. Tantangan digital seperti dampak AI dan penurunan fokus anak menjadi sorotan utama yang harus segera dimitigasi.
Tak hanya diskusi berat, Epicentrum 2026 juga menghadirkan exhibition interaktif. Pengunjung bisa mengeksplorasi enam kategori lomba bergengsi: Ideation, Research Mindedness, Liblicious, PPRF, Commoviecator, dan Parade Jurnalistik. Suasana makin hidup dengan adanya booth interaktif dan penampilan musik yang tetap membawa pesan “Voice Action: Combating Child Maltreatment Through Communication and Community Engagement”.

Sebagai rangkaian pre-event menuju skala internasional, Epicentrum 2026 mengajak kamu untuk tidak hanya menjadi penonton, tapi juga penggerak. Saatnya kita gunakan kekuatan komunikasi untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi mendatang.
Pantau terus update terbarunya di media sosial resmi mereka!
Website:www.epicentrumunpad.com


