DARI PANGGUNG METAL KE DUNIA SINEMA, IDE LIAR LUTFI MENEMUKAN RUMAH DI ARMIA AND THE SHADOWS 

Setelah tiga dekade dikenal lewat distorsi keras bersama Purgatory, Lutfi Armia kini resmi membuka babak baru. Melalui proyek solo Armia and the Shadows (A.N.T.S), ia tidak lagi sekadar menjadi gitaris, melainkan bertransformasi menjadi pencerita dengan pendekatan yang lebih sinematik dan personal.

Langkah evolusi ini ditandai dengan rilisnya single “Hidup Setara”, yang didapuk menjadi original soundtrack film OZORA: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel yang saat ini tayang di Netflix. Menariknya, proyek ini digarap di tengah masa hiatus Purgatory sebagai bentuk respon Lutfi terhadap dorongan kreatif yang tidak bisa berhenti.

Dalam lagu ini, Lutfi berkolaborasi dengan Doni Akbar dalam penulisan lagu, serta menggandeng Sara Wijayanto dan Anggy Umbara untuk memberikan dimensi emosional serta spiritual yang lebih dalam. Menariknya, “Hidup Setara” memaksa Lutfi keluar dari zona nyaman; ia kini turun tangan sebagai penulis lirik, vokalis, bahkan mencoba teknik rapuntuk pertama kalinya.

Bagi Lutfi, A.N.T.S adalah ruang untuk berbagi keresahan sosial secara jujur. Sebelumnya, ia juga telah berkontribusi lewat lagu “Ruang Semu (My Drowning Soul)” untuk film Gundik. Dengan “Hidup Setara“, Lutfi membuktikan bahwa identitas metal yang ia bawa tetap menjadi fondasi, namun kini berkembang menjadi sesuatu yang lebih bebas tanpa batas.

Dengarkan pesan perlawanan dan emosi mendalam dari Armia and the Shadows di berbagai platform musik digital sekarang.

Info & Streaming:

SUCK IT! BANG IT! KEMBALI SETELAH HIATUS 7 TAHUN LEWAT EP AGRESIF “ARE WE DONE YET?”

DJO // ALBUM “THE CRUX”

MEMUPUK KEKUATAN, DOA, DAN HARAPAN PADA “TERABAS”: ABU-ABU RINTANGAN DIHAJAR LAFA PRATOMO, BILAL INDRAJAYA, DAN THE JANSEN

ELEEVEN TWENTYTWO // SINGLE “SHADOWS”