Penyanyi dan penulis lagu Chloe Stroll baru saja merilis detail mendalam di balik album terbarunya, “Bloom in the Break”. Album ini bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah jurnal emosional yang menangkap momen-momen paling rapuh hingga titik balik kekuatan dalam hidupnya.
Dalam sesi track-by-track, Chloe membagikan kisah personal yang menjadi nyawa setiap lagu. Salah satu yang paling intens adalah “Run”, lagu yang ditulis hanya dalam 10 menit setelah ia mengalami insiden perampokan rumah yang traumatis bersama suaminya, Scotty. Lewat lagu ini, Chloe memproses rasa takut dan kelumpuhan emosional yang ia rasakan saat itu.
Kisah cinta juga menjadi tema besar, namun dengan sudut pandang yang dewasa. Lagu “Hurricane” ditulis sebagai janji dukungan untuk Scotty saat berjuang di Olimpiade Musim Dingin, sementara “Home” merupakan balada megah yang ia tulis saat hamil enam bulan. Menariknya, Chloe juga menyisipkan pesan self-love yang kuat melalui track penutup “A Lot to Give”, sebuah pengingat bagi dirinya di masa kecil bahwa ia cukup berharga dan memiliki banyak hal untuk ditawarkan kepada dunia.
Dari eksplorasi kecemasan di lagu “Prisoner” hingga penghormatan menyentuh untuk sang nenek dalam “You’re OK”, album ini menawarkan spektrum emosi yang lengkap. Chloe berhasil membuktikan bahwa dari sebuah “retakan” atau perpisahan, seseorang tetap bisa tumbuh dan berkembang (bloom).
Penasaran dengan perjalanan emosional Chloe Stroll? “Bloom in the Break” sudah bisa kamu dengarkan di seluruh platform streaming musik digital.
Social Media:



