BERTAHAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN, HERMIONE RILIS ALBUM PENUH PERDANA

Unit midwest emo asal Tangerang, Hermione, baru saja resmi melepas album penuh perdana mereka yang bertajuk Trying My Best But It’s Not The Best That I Could Give. Rilisan ini menjadi sebuah monumen penting bagi mereka untuk merayakan fase-fase sulit, keraguan, dan cara bertahan di tengah hidup yang berantakan.

Diperkuat dengan 11 trek, album ini tetap mempertahankan akar midwest emo khas Hermione lewat permainan gitar twinkle dan melodi yang emosional. Namun, kali ini mereka tampil lebih eksploratif dengan menyuntikkan elemen synthserta plugin. Pendekatan segar ini terinspirasi dari warna musik eleventwelfth, White Chorus, hingga eksplorasi eksperimental ala Skrillex.

Narasi utama album ini berfokus pada dinamika emosi manusia. Tiga trek utama menjadi poros cerita: Remah-Remah Anggur yang menangkap titik terendah hidup namun tetap menyimpan asa, For more years ahead (i hope so) yang bicara soal ketakutan akan kehilangan tempat pulang, dan Hey, how u doin? yang mengisahkan proses berdamai saat melepaskan masa lalu.

Visual artwork garapan Rizky Bagus juga turut merepresentasikan emosi para personel. Ilustrasi empat anak kucing di dalamnya menjadi simbol manifestasi rasa minder, tekanan, sekaligus semangat untuk tetap bertahan.

Sebagai kelanjutan dari perilisan digital, Hermione siap menggelar tur mandiri Pulau Jawa bertajuk The Tour Where We First Meet yang akan menyambangi lima titik mulai tanggal 12 hingga 16 Juni.

Dengarkan langsung album penuh Trying My Best But It’s Not The Best That I Could Give di berbagai platform digital streaming (DSP) favorit Anda. Untuk informasi terkini mengenai jadwal tur dan rilisan fisik, pantau akun

Instagram: @_myhermione

MARY SUE LUNCURKAN ALBUM ANYAR: PORCELAIN SHIELD, PAPER SWORD

ROMBONGAN BODONK KOPLO RILIS VIDEO KLIP VIRAL ‘CALON MANTU IDAMAN’, GANDENG OKIN SEBAGAI CAMEO

LOVERDOSE GANDENG YULAMLAM CLOSEHEAD RILIS “AYAH, TEMANI AKU”: SEBUAH SURAT RINDU DARI JAMBI

SHYE RILIS SINGLE TERBARU // “TOO LATE”: CERITA TENTANG CINTA YANG DATANG TERLAMBAT