BANGKIT DARI DENPASAR: WHITEEYES DAN PERLAWANAN TERHADAP ILUSI DUNIA

Skena musik ekstrem Bali kembali memanas dengan kehadiran Whiteeyes. Band death metal asal Denpasar yang terbentuk sejak 2011 ini bukan sekadar nama baru yang lewat begitu saja. Sempat mengalami pasang surut hingga hiatus karena urusan pendidikan dan pekerjaan, Whiteeyes kini kembali tegak dengan formasi yang lebih solid dan visi yang jauh lebih tajam.

Filosofi dan Musikalitas Nama Whiteeyes sendiri merepresentasikan sebuah sudut pandang dingin dalam melihat dunia. Mereka mencoba membedah realita tanpa topeng, tanpa ilusi, dan tanpa kompromi. Secara musikal, mereka berkiblat pada intensitas band-band dunia seperti Aborted, Fleshgod Apocalypse, Necrophagist, hingga Decapitated.

Diskografi dan Pesan Perlawanan Setelah sebelumnya merilis track seperti Apocalipse the War dan Genocide In Texas, kini mereka melesat dengan single “New World” dan “Para Militan”. Salah satu karya mereka yang paling vokal, “Re-Awaken The Fallen”, menjadi sebuah deklarasi perang terhadap sistem yang korup. Lagu ini bukan sekadar riff gitar yang cepat dan teriakan gahar, melainkan anthem bagi jiwa-jiwa yang muak terhadap penindasan atas nama keadilan.

Formasi Terkini:

  • Manguta (Vocal)
  • Dewa Dyaksa (Guitar 1)
  • Dewa Toti (Guitar 2)
  • Gilang Kinan (Bass)
  • Gede Abi (Drum)

Whiteeyes membuktikan bahwa semangat underground di Bali tidak pernah padam. Mereka siap memuntahkan energi perlawanan melalui visual dan audio yang kini sudah bisa dinikmati di berbagai platform media sosial.

Cek karya terbaru mereka sekarang!
 WhatsApp: 081225423311
Instagram: @whiteeyes.official

MITTY ZASIA & FANNY SOEGI // SINGLE “UNTUK PEREMPUANKU DI CERMIN”

SKRNG LEBIH SANTAI DENGAN SINGLE TERBARU // “FAITH IN YOU”

ISYANA SARASVATI RILIS “BABEL”, SINGLE PEMBUKA MENUJU PUNCAK EKLEKTIKO

ALESANA // LIVE KONSER ASIA TENGGARA