Tren musik pop-folk lokal mungkin tidak se-hingar-bingar beberapa tahun lalu. Namun, di tengah surutnya ombak musik indie bergenre ini, kelompok musik pendatang baru asal Jakarta, Antakara Wening, hadir membawa angin segar lewat single debut berjudul “Juar” yang resmi dirilis pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Diambil dari bahasa Sanskerta, Antakara Wening memaknai namanya sebagai “perjalanan menuju kebebasan batin yang jernih”. Grup ini digawangi oleh Candraditya (vokal), Al Syam (gitar), dan Anjas Prasetyo (bass), serta dibantu oleh M. Firdaus Rizaldy (keyboard) dan Marieska Harya Virdhani (vokal latar).

Lagu “Juar” sendiri lahir dari refleksi pengalaman pribadi Anjas Prasetyo. Lagu ini membawa pesan mendalam tentang bagaimana seseorang mesti tetap melanjutkan hidup dan menemukan kebahagiaan meskipun harus merelakan kepergian sosok yang pernah dicintai.
Secara musikalitas, “Juar” dibungkus dengan nuansa melankolis yang tenang. Lagu dibuka lewat petikan gitar akustik yang manis dan nyanyian sendu. Memasuki bagian refrain hingga koda, ketukan drum dan bebunyian keyboard mulai masuk, memecah kesunyian dengan aransemen yang kaya. Karakter musik yang mereka bawakan ini memberikan bernas nostalgia yang mengingatkan kita pada diskografi awal Fiersa Besari, Figura Renata, hingga Dialog Dini Hari.
Lewat lirik penuh rima dan metafora puitis, Antakara Wening berhasil menandai awal kehadiran mereka di industri musik independen tanah air.
Lagu “Juar” sudah bisa kamu dengarkan di seluruh platform digital streaming platform.


