Band asal Gianyar, Bali, Endgate resmi merilis album penuh terbaru mereka berjudul Ballad of Broken Reality pada 18 Agustus 2025. Setelah dua tahun tenggelam dalam senyap, kini mereka kembali dengan karya yang menyatukan post-metal, ambient, neocrust, dan hardcore ke dalam satu perjalanan atmosferik.
Endgate digawangi oleh Dhimas (vokal), Rahtu (lead guitar), Alit (rythm guitar), Pura (bass), dan Nanda (drum). Album ini direkam bersama Fantazy Record (dipandu Guscilix) dan House Record (dipandu Ray Febriadi), lalu dipoles melalui proses mixing & mastering di Pandora Labs.
Terdiri dari sembilan track, album ini dirangkai sebagai elegi bagi luka batin, keterasingan spiritual, hingga realitas apokaliptik yang tak lagi bisa diselamatkan. Lagu seperti “Eternal Wound”, “Belenggu Purnama”, dan “The Savior Won’t Save Anything” menghadirkan perlawanan terbuka terhadap dogma dan harapan semu. Sementara “Empty Poem”dan “Florem Mortem” membawa pendengar ke dalam ruang hening yang pahit, menegaskan penerimaan akan kehancuran.

“We live with eternal wounds. Hurt. Forever with pain.” menjadi napas yang mewarnai keseluruhan album, sebuah liturgi gelap yang merangkum raungan, ambient, dan kerusakan sonik.
Bagi yang ingin merasakan atmosfer Ballad of Broken Reality, album ini sudah tersedia di Bandcamp. Dengarkan, resapi, dan biarkan musik ini menjadi cermin luka yang tidak pernah sembuh.
Follow Endgate di Instagram: @sufferto_endgate
Jangan lewatkan, dengarkan sekarang dan bagikan pengalamanmu!


