Produser dan komposer Lafa Pratomo kembali menggebrak lewat rilisan terbarunya bertajuk “terabas”. Lagu ini menjadi trek ketiga dalam rangkaian proyek Extended Play (EP) Garis Tegak, menyusul dua karya sebelumnya yang telah mengudara pada Agustus 2026 lalu, yakni “Seperti Angka 8” (bersama Feby Putri & Matter Mos) serta “Bukan Kendalimu” (bersama Nadhif Basalamah & Hursa).

Bekerja sama dengan KithLabo, proyek Garis Tegak menghadirkan total 12 musisi lintas genre yang dirilis secara bertahap. Khusus pada lagu “terabas”, Lafa memilih jalan eksperimental dengan menggandeng dua entitas bernuansa musik bertolak belakang: Bilal Indrajaya yang kental dengan estetika pop melankolis, serta unit mid-tempo 70s punk asal Bogor, The Jansen.
Keputusan menyatukan karakter vokal dan instrumen yang jauh berbeda menjadi tantangan tersendiri bagi sang produser.
“Pertimbangannya justru karena genre musik mereka beda. Kalau genrenya sama kan terlalu ketebak aja gitu. Kalau ini kan jadi ada challenge. Ada hal yang seru ketika kita di studio, bisa discover gimana menyatukan kedua entitas ini ya? Lucunya, ternyata bisa,” ungkap Lafa Pratomo saat menceritakan proses kreatif di balik layar.
Mengenai penamaan single, Bilal Indrajaya menjadi sosok pembawa ide nama yang kemudian disepakati oleh Tata dan Adji dari The Jansen, hingga akhirnya diamini oleh Lafa. Pemilihan kata “terabas” merepresentasikan suntikan energi positif di tengah peliknya perjalanan hidup.
“Maknanya ya udah hajar aja di hidup yang banyak rintangan ini. Jalani aja karena hal terbaik yang bisa kita lakukan dengan hidup ini kan hajar aja gitu. Terabas aja!” tegas Lafa.
Sesuai dengan pesannya, “terabas” hadir sebagai suntikan motivasi bagi pendengar untuk terus melangkah pantang mundur menghadapi setiap tantangan.
Lagu “terabas” sudah dapat dinikmati di seluruh platform musik digital kesayangan Anda.
- Lafa Pratomo: @lafapratomo
- Bilal Indrajaya: @bilalindrajaya
- The Jansen: @thejansen_id
- KithLabo: @kithlabo


