Proses kehilangan sering kali bikin hidup terasa berhenti tiba-tiba. Mulai dari motivasi yang anjlok sampai gangguan tidur, fase berduka memang ruang yang berat buat dilewati. Namun, bagi duo elektronik pop asal Bandung, Mezza Can Wait, duka bukan untuk diratapi selamanya, melainkan untuk “diapungkan”.
Tepat pada 14 Februari 2026, duo yang digawangi oleh Lusi Mersiana (Uci) dan Ezza Rush resmi melepas debut EP mereka bertajuk ‘2 Levitate’. Proyek ini lahir dari konflik batin dan proses penyembuhan keduanya setelah kehilangan sosok orang tua. Angka “2” dalam judulnya merepresentasikan kekuatan dua personel ini untuk tetap tegak berdiri.
‘2 Levitate’ berisi empat track andalan: “We Fly”, “Binar”, “Terang”, dan “Hening”. Secara musikal, EP ini menawarkan perpaduan dentum elektronik yang konstan dengan sensitivitas pop yang kental. Ada repetisi gitar yang manis namun kokoh, seolah menggambarkan ingatan yang terus kembali, namun tetap didorong oleh beat yang mengajak pendengarnya untuk terus melaju bahkan berdansa di lantai dansa.

Lusi Mersiana, yang juga dikenal sebagai vokalis grup legendaris Kubik, menyebut bahwa menulis dan bernyanyi adalah caranya berdamai dengan kenyataan. Sementara itu, Ezza Rush (mantan gitaris UTBBYS) mengeksekusi seluruh instrumentasi hingga proses mixing dan mastering secara mandiri di Bandung.
Visual dari EP ini pun digarap apik oleh ilustrator Reza Nurzeha, yang berhasil menangkap persona “melayang” di atas beban duka tanpa harus menghapus memori tersebut. ‘2 Levitate’ adalah pengingat bahwa tidak apa-apa jika belum sepenuhnya pulih, asalkan kita tidak lagi tenggelam.
Dengarkan fase pemulihan yang manis ini di Spotify, Apple Music, dan YouTube Music.
Pantau terus update mereka di:


