AGRIKULTURE RILIS “TERANG DI GELAP CAHAYA”: SEBUAH REFLEKSI URBAN YANG TETAP BISA DIPAKAI BERDANSA

Setelah sukses memicu energi lewat “Cerah Hari Ini”, unit dance-punk legendaris Jakarta, Agrikulture, kembali dengan rilisan terbaru berjudul “Terang Di Gelap Cahaya”. Lewat single ini, mereka membuktikan bahwa keresahan hidup di kota besar tidak selalu harus dirayakan dengan kesedihan, tapi bisa juga lewat groove yang solid.

Bukan Sekadar Dance-Punk Biasa Masih membawa DNA post-punk ala Talking Heads, Agrikulture bereksplorasi lebih dalam pada elemen funk, disco, dan new wave. Sebagai band yang lahir dari kultur DJ, mereka paham betul cara membangun arsitektur musik yang repetitif namun tetap emosional. Jika rilisan sebelumnya terasa optimis, kali ini mereka hadir dengan perspektif yang lebih dewasa dan personal.

Menemukan Cahaya di Tengah Kebisingan Lagu ini lahir dari sebuah kegelisahan: pencarian rasa nyaman dan bahagia di tengah dunia yang makin bising. Alih-alih menggurui, Agrikulture memilih lirik yang observasional dan lugas. Ada pesan kuat tentang keinginan untuk didengar di tengah era digital yang serba cepat.

“Lagu ini adalah pengingat tentang bertahan dan menemukan makna terang versi masing-masing, bahkan ketika cahaya terasa samar,” ungkap mereka.

Dua Dekade yang Tetap Relevan Sejak era Dawai Damai (2007), Agrikulture konsisten menjaga posisi mereka di skena independen. Lewat “Terang Di Gelap Cahaya”, mereka kembali menegaskan bahwa musik yang danceable tetap bisa memiliki kedalaman reflektif yang relevan dengan denyut nadi kaum urban hari ini.

Dengarkan “Terang Di Gelap Cahaya” di Spotify, Apple Music, dan platform streaming lainnya sekarang juga.

Social Media:

OPE DAHLAN LEPAS “CERITA RINDU” // BAWA SUARA BALI DI TENGAH GEMURUH MUSIK TIMUR

TIMUN JELITA // EP “VOLUME 2”

STARBE BERSINAR DI WATERBOMB 2025 BALI // MEMBUAT INDONESIA BANGGA

TOUR CRIMSON PRELUDE // “SEBUAH PERJALANAN AVHATH KE JAWA TENGAH”