Musisi independen asal Bogor, Fanfan Alfansuri, baru saja merilis mini album bertajuk Every Mile Carves Another Empty Space. Berbeda dengan narasi romantis pada umumnya, album ini lahir dari realita hubungan jarak jauh (LDR) antara Indonesia dan Amerika Serikat yang penuh ruang hampa.
Ditulis sepanjang tahun 2024 hingga 2025, Fanfan mencoba menangkap sisa-sisa kelelahan emosional dan kesunyian yang muncul akibat perbedaan zona waktu. Secara musikal, ia menggabungkan elemen rock, post-hardcore, hingga post-rock. Pendengar akan disuguhi kontras antara distorsi gitar yang intens dengan bagian-bagian sunyi yang reflektif.
Sebelum bergerak solo, Fanfan sudah lama malang melintang di kancah independen Bogor bersama unit seperti Finding Nadia, Asphoria, dan Unholy Vein. Pengalaman tersebut membuat karakter musiknya terasa sangat personal, seolah musik bukan sekadar hiburan, melainkan dokumen perasaan atas sisi rapuh manusia.
Mini album ini tidak menjanjikan akhir yang manis. Ia justru menjadi saksi bagaimana sebuah hubungan bisa terkikis perlahan oleh diam dan waktu, namun di saat yang sama, mengajarkan cara untuk tetap bertahan.
Every Mile Carves Another Empty Space sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, dan Bandcamp. Kabar baik untuk para kolektor, versi piringan hitam (vinyl) akan tersedia secara terbatas pada Januari 2026 melalui halaman Bandcamp resmi.
Stream albumnya sekarang: https://fanfandalism.bandcamp.com
Media Sosial: Instagram: @fanfandalism



