MATOHA MINO DOBRAK STEREOTIP LEWAT SINGLE “GUNUNG KAWI”

Mendengar nama Gunung Kawi, mungkin yang terlintas di pikiran banyak orang adalah hal-hal berbau mistis atau pesugihan. Namun, musisi asli Gunung Kawi, Matoha Mino, punya misi besar untuk mematahkan stereotip tersebut lewat karya terbarunya yang berjudul “Gunung Kawi”.

Seniman berusia 57 tahun ini merasa resah karena stigma negatif tentang tempat kelahirannya terus dipelihara oleh film horor dan sinetron. Melalui lagu ini, Matoha ingin menegaskan bahwa Gunung Kawi adalah tempat ziarah para pahlawan dan destinasi wisata ritual yang penuh pesona, bukan sarang hal-hal mistis.

Secara musikalitas, sosok di balik soundtrack film “KKN: Desa Penari” ini menggabungkan unsur gamelan Jawa dengan musik sholawatan. Menariknya, proyek ini digarap secara kolektif bareng keluarga besarnya, termasuk kedua anaknya, Madukina dan Hanafi Madu W., serta melibatkan grup musik Islami Kyai Zakaria.

Berbeda dengan karya sebelumnya yang memakai bahasa Sansekerta kuno, kali ini Matoha memilih bahasa Indonesia agar pesan untuk meluruskan stigma ini bisa sampai ke lebih banyak orang. Lagu ini sudah resmi mengudara sejak 31 Desember 2025 di seluruh platform musik digital.

Mari hargai esensi budaya dan dengarkan “Gunung Kawi” sekarang juga!

Temukan Matoha Mino dan keluarganya di:

FLAMETHROWER // SINGLE “ETERNAL WOUND”

GEISHA KEMBALI DENGAN SINGLE “JIKA BUKAN KARENAMU” — SUARA UNTUK YANG PERNAH HANCUR

MRNMRS // ALBUM “BASHED UP”

LARUNG // SINGLE “BERDOALAH”