WhatsApp Image 2022-01-11 at 4.09.30 PM

5 REKOMENDASI FILM PENDEK BERNUANSA JOGJA

“terbawa lagi langkah ku kesana, mantra apa entah yang istemewa, ku percaya selalu ada sesuatu di Jogja, seperti yang dikatakan adhitia sofyan, Jogja mempunyai sihir yang kuat untuk siapa saja yang singgah disana dan terhanyut untuk membawa kita kembali kesana. Untuk mengobati rasa kangen mavers berikut rekomendasi film pendek versi mave magz bernuansa Jogja.

 

  1. Kisah di hari minggu / Sunday Story (2017)

Kisah-Di-Hari-Minggu-body

Film yang dibuat Adi Marsono ini mengisahkan sebuah keluarga disuatu minggu pagi. Fourcolours Films menempatkan tujuan akhir dari film ini yaitu komedi. Film berdurasi 8 menit ini meski singkat namun berhasil meraih penghargaan Jogja NETPAC Asian Film Festival 2017.

 

  1. Loz Jogjakartoz / A Midnight Gift (2018)

Loz-Jogjakartoz-body

Pencahayaan malam hari dalam film ini menjadi prioritas, Sidharta Tata sebagai sutradara menceritakan burung “mahal” yang diperjual belikan, disita, dijadikan sebagai hadiah hingga dicuri menggambarkan konflik horizontal beberapa kelompok masyarakat di Jogja seperti preman, polisi, politikus juga ormas yang saling beradu nasib bahkan saling mendukung untuk mecapai yang diinginkan.

 

  1. Natalan (2015)

natalan-body

Tidak hanya los jogjakartos, Kebon Studio juga membuat film bertemakan mudik saat liburan natal dan tahun baru. Berkisahkan penantian ibu menunggu kedatangan anaknya. Diawali pasangan suami istri yang hendak pulang ke kampung untuk merayakan natal, serta sang ibu suami yang ditampilkan sendiri di rumah mengurus persipan malam natal seperti naik becak, belanja ke pasar, memasak, hingga merapikan rumah yang berlatar belakang kota jogja.

 

  1. Lemantun (2014)

Lemantun-bodyfilm yang mengangkat kisah nyata dari sang sutradara, menceritakan tentang nasib lemari kayu tua yang menjadi warisan keluarga. Warisan itu dibagi rata ke anak-anaknya secara acak dengan membagikan kertas betuliskan nomor, lalu para anak mencari nomor yang ditempelkan pada masing-masing lemari. Pada lemari-lemari tersebut mempunyai cerita tersendiri. Dengan adanya film ini Wregas Bhanuteja sebagai sutradara mendapat penghargaan Piala Maya untuk Film Cerita pendek Terpilih pada tahun 2015)

 

  1. Tilik (2018)

Tilik-body

Berlatar belakang sebuah truk dari daerah bantul yang berisikan sekelompok ibu-ibu dari desa. Menceritakan sebuah perjalanan menjenguk Bu Lurah di rumah sakit yang ada di kota. Beberapa ibu berdebat tentang siapakah yang akan mempersunting Dian seorang kembang desa yang didekati banyak lelaki. Film berhasil terpilih sebagai pemenang kategori Film Pendek Terpilih pada Piala Maya. Selain itu film yang dibuat Ravacana Film ini masuk pada Jogja Netpac Asian Film Fesltival (JAFF) 2018 sampai Official Selection Word Cinema Amsterdam 2019.


Related Blogs

    Share