Artwork foto-tanamur

Seolah merepresentasiken satu memento kaum muda pada suatu zaman. Adulah sentensa diatas yang menjadi esensi dalam satu nomor yang sekiranya akan mereka rilis dimedio September .

“Menurut Eyang, 13 September 2015 merupaken sebuah tanggal perimbon yang cukup keramat  untuk  melepasken  wasiat  dan  wejangan  berikut  jampi  –  jampi  kami  di  lagu Tanamur,” cetus Sabar Van de Brock sang biduan dengan logat Jawen khas-nya.

Masih merupaken sebahagian dari album “Siap Melayang”  yang telah dilepas pada bulan Maret 2014 lalu oleh Demajors Independent Music Industry, tembang ini adulah single  ketiga  setelah  ‘Social  Jail’ dan  ‘Jingga’  yang terlebih dahulu telah mendarat  dilubang kuping khalayak ramai. Oleh karena itu, single ini sehingganya akan mereka rilis diserta  –  mertai  dengan video musik  yang dibesut  oleh  Kresna  D.  Wicaksana (GILMCreative).

“Orang – orang terlalu banyak ikut campur dan tidak tahu batasan – batasan tentang kehidupan malam,” dituturkan Putra Van de Brock berkaitan dengan intisari ceritera dari nomor ini.

Mengambil  lokasi  syuting di  dalam bangunan asli  diskotek Tanamur yang telah tercampakken oleh waktu, video musik ini turut menghadirken seorang bintang tamu selain  tamppilnya  para  personel  Young  de  Brock  dan  arwah  –  arwah  gentayangan setempat.

Ialah Mr. Vincenzo Gregorio Maturbongs, seorang Dj residen Tanamur (1982 -2006)yang menjadi tokoh sentral dalam video ini. Menurut Ki Sanak yang akrab disapa dengansebutan Pak Vincent ini :

“Tanamur adalah sebuah tempat legendaris dimana bintang berkumpul. mereka adalah bintang ditempat ini. Disinilah mereka tercipta.”

Link Video: https://www.youtube.com/watch?v=325BrxBslBo


Related Blogs

    Share