yongYoung de Brock, band asal Jakarta yang meleburkan musik rock, blues dan funk, baru saja melakukan tour Bali nya beberapa waktu yang lalu. Kepada Mave band yang beranggotakan Sabar (vokalis), Satria (gitaris), Putra (gitaris), haikal (bassist) dan Rendy (drummer) ini, menceritakan pentingnya tour bagi sebuah band untuk kemajuan band itu sendiri, selain materi musik yang memang harus berkualitas. Okay ini dia wawancara dengan mereka.

Halloo Young De Brock, bagaimana kabar kalian? Alhamdulillah Baik, Kondisi badan dan kejiwaan dalam keadaan sehat..

Setelah mengeluarkan debut album “Siap Melayang” kabar terbaru kalian merilis video klip sekaligus single ketiga yaitu “Tanamur” nama sebuah diskotek populer di Jakarta tahun 80an. Apa alasan memilih single ini untuk dijadikan video klip? Alasan kami memilih single ini untuk dijadikan video klip adalah kami ingin mengangkat nilai historis dari diskotik tanamur tersebut. dimana diskotik tersebut merupakan diskotik modern pertama di Indonesia. Konon kabarnya muda mudi “gaul’ (yang sekarang sudah menjadi kakek nenek) pada saat era tersebut kerap berkunjung ke diskotik tersebut.

Bagaimana proses pembuatan video klip nya? Proses pembuatan nya bisa dibilang cukup surprise buat kami, karena pada awalnya kami harus menemukan lokasi diskotik tersebut, setelah cari informasi , kebetulan kami bertemu Pak Vincent (mantan Dj resident Tanamur tersebut yang juga model dari video klip) di Tanamur tersebut. setelah kami berdiskusi tentang rencana kami, beliau welcome dan bersedia untuk menjadi “bintang video klip”. dan kami syuting di dalam lokasi Tanamur yang sudah usang dan hampir rubuh. Proses pengambilan gambar hanya satu hari dan itu juga mengandalkan sinar matahari yang menerobos celah2 ventilasi untuk kebutuhan tata cahayanya.

Jika ada pembaca yang belum tau dengan band ini, siapa sih sebenarnya Young De Brock ini? Bagaimana awal band ini terbentuk? secara kebetulan Young De Brock adalah alumnus perguruan tinggi swasta di bilangan Jaksel. Band ini awalnya dibentuk oleh sang vokalis Sabar pada tahun 2003/2004. setelah mengalami perombakan personil akhirnya bergabung satu demi satu yaitu Satria dan Babet pada tahun 2005-2006 kemudian Haikal pada tahun 2009 dan terakhir Brendong pada tahun 2011.

Banyak yang bertanya di cover album kalian menampilkan seorang nenek tua, siapakah sebenarnya beliau? Beliau adalah seorang perempuan renta yang saat itu tersesat di jalan pulang menuju rumahnya di daerah Bogor, akhirnya kami membantu beliau dengan permintaan agar bersedia dijadikan model cover kami. Dan akhirnya beliau bersedia.

Oiya, beberapa waktu lalu kalian tour ke Bali juga, lumayan banyak gigs kalian main disini, apa yang menarik dari Bali? Dan kenangan apa yang didapat setelah pulang dari Bali? Yang menarik bagi kami adalah suasananya yang memang baru dan fresh. Selain mendapatkan teman-teman baru yang ramah dan baik – baik juga tentunya mendapatkan pengalaman yang sangat berharga bagi kami.

Seberapa penting bagi sebuah band untuk melakukan tour? Apakah memang ‘harus’ hukumnya bagi sebuah band? Menurut Kami, tour bagi sebuah band merupakan sesuatu yang memang harus dilakukan. bahkan kalau bisa dilakukan dalam jangka waktu yang berkelanjutan.

Apa planning band ini di tahun 2016? Mungkin kita akan melakukan tour lagi sekitar awal atau tengah tahun.

Okay, last words?

PUNETEUN.

 

instagram :@youngdebrock

twitter : @youngdebrock

Related Blogs

    Share