SU19_RN_Zoom_Next_3Q_Pair_rectangle_1600

Selain dari namanya yang telah diperbarui, Nike Zoom Vaporfly 4% yang mendominasi maraton, telah diubah dari ujung kaki hingga ujung tumit melalui masukan yang diberikan oleh para juara dunia lari Nike.

Iterasi yang kedua ini sangat memesona dengan bagian atas yang ditingkatkan (terima kasih kepada para atlet, termasuk Shalane Flanagan yang memberikan masukan setelah kesulitan di maraton Boston karena diberatkan oleh air), sol tengah yang diperbaiki (solusi dari Nike Sport Research Lab yang menggabungkan masukan-masukan dari beberapa elit Nike) dan pola traksi yang didesain ulang (ini adalah permintaan dari Eliud Kipchoge setelah dirinya mengikuti perlombaan di Berlin dengan cuaca yang sangat basah).

“Sepatu ini benar-benar hasil masukan dari atlet, ilmuwan olahraga, insinyur dan desainer kami yang berkolaborasi di seluruh proses desain, pengujian dan pembuatan,” kata Brett Holts, Nike VP Running Footwear. “Kami semua sangat bersemangat untuk melihat NEXT% terus mendorong melebihi batas kinerja manusia pada lomba maraton di seluruh dunia.”

Mengapa NEXT%?

Ketika Nike meluncurkan Nike Zoom Vaporfly 4%, sepatu ini menghasilkan peningkatan running economy sebesar 4 persen dibandingkan sepatu lari maraton Nike sebelumnya, Nike Zoom Streak 6. Peningkatan pada NEXT% diibaratkan melihat setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk mencapai garis finish lebih cepat. Seperti yang Mo Farah katakan, “Sebagai seorang atlet, kalian pasti akan mencari peningkatan persen berikutnya.”

Secara keseluruhan, peningkatan teknis ini membuat Nike ZoomX Vaporfly NEXT% menjadi sepatu Nike tercepat yang pernah ada. Baca terus untuk mengetahui alasannya.

 

Yang baru:

  • Vaporweave, konstruksi bahan dimulai dari bagian atas, lebih ringan daripada Nike Flyknit, breathable dan menyerap lebih sedikit air dari keringat maupun air hujan, sehingga tetap sejuk dan kering selama maraton.
  • Tali dibuat sedikit guna mengurangi tekanan di sepanjang bagian sensitif kaki (Mo Farah mengatakan sangat menyukainya).
  • Busa yang tipis di bagian tumit dalam membuat Achilles tetap nyaman seiring dengan bertambahnya mil yang dilalui.
  • Terdapat lebih banyak busa pada sol bagian tengah Nike ZoomX, yang terbukti secara ilmiah di Nike’s Sport Research Lab dapat meningkatkan pengembalian energi.
  • Busanya telah didistribusikan kembali untuk mengurangi offset dari 11mm menjadi 8mm untuk memberikan perasaan yang lebih stabil dan membantu memaksimalkan pengembalian energi paada saat toe-off.
  • Desainer menggabungkan pola kustomisasi Kirui, Kipchoge, dan Farah untuk meningkatkan cengkeraman kaki bagian depan sehingga sepatu akan berfungsi lebih baik pada cuaca basah.
  • Tapak berkontur dengan lekukan yang dalam di bagian sol luar sepatu membuat gerakan yang lebih halus pada saat belokan.

Yang sudah dijumpai sebelumnya:

  • Busa masih dilengkapi dengan pelat serat karbon melengkung yang meningkatkan kekakuan untuk memberikan sensasi propulsi.
  • Berat sepatu tetap sama – meskipun ditambah 15 persen busa.

Nantikan para elit berlomba 26.2 mil di Nike ZoomX Vaporfly Next% pada 28 April. Sepatu ini akan tersedia pada 25 April di London, dan 28 April melalui aplikasi NRC untuk anggota NikePlus di Amerika Serikat.

================================================================================

For more info:

http://investors.NIKE.com

http://news.nike.com/

Instagram: Nike

Related Blogs

    Share