winter-001

Winter Stay dibentuk di Ubud, Bali pada tahun 2019. Nama Winter Stay dipilih karena pada saat semua personil sedang berkumpul untuk membuat materi baru, cuaca di Ubud sedang musim dingin namun personil tetap melanjutkan pembuatan proses materi baru dengan suasana dingin tersebut. Pada awal terbentuknya Winter Stay, genre yang diusung adalah Pop Punk dengan pengaruh musik seperti Trash Boat, Knuckle Puck, dan Neck Deep. Band ini terdiri dari Arjun Mandala ( Vocal ), Gusde Harista ( Guitar / Back Vocal ), Vio Wicaksana ( Guitar ), Gustu Satya ( Drum ), dan Wahyu Subagia ( Bass ).

Pada tanggal 17 Agustus 2019, Winter Stay mulai masuk ke studio rekaman. Membuat 1 demo lagu yang berjudul “Start Again” untuk memulai langkah awal Winter Stay sebagai sebuah band. Demo tersebut dioperatori, mixing, dan mastering oleh Gung Sincan ( Parau ) di Crayon Record Studio. “Start Again” rilis pada tanggal 16 Oktober 2019 secara independen.

Can’t Wait merupakan single dari EPLiving The Curse”. Can’t Wait sendiri adalah track kedua dari EP Living The Curse yang “menceritakan tentang kesedihan dan keputus asaan untuk menunggu seseorang yang diharapkan tak kunjung datang pada hidupnya”. Winter Stay memutuskan untuk merilis single ini pada tanggal 31 Oktober 2020 berupa music video melalui youtube channel Winter Stay untuk meningkatkan minat audiens mendengarkan single ini. Pada single Can’t Wait memiliki genre Alternative Emo dengan pengaruh musik seperti Movements, Citizen, dan Knuckle Puck.


=======================================================================================

For more info

Instagram: @winterstayid

Related Blogs

    Share